Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kotim Dikepung Hujan Hingga Akhir Maret, BMKG Sampit Tetap Endus Satu Titik Panas

Redaksi Prokal • 2026-03-06 10:15:00

Prakiraan potensi hujan di wilayah Kalimantan Tengah per dasarian. (BMKG Stamet H Asan Sampit)
Prakiraan potensi hujan di wilayah Kalimantan Tengah per dasarian. (BMKG Stamet H Asan Sampit)

 

SAMPIT – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk tidak melonggarkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan terbaru dari Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit (BMKG), potensi hujan dengan intensitas tinggi diprediksi akan terus mengguyur wilayah Bumi Tambun Bungai hingga pengujung Maret 2026.

Data curah hujan probabilistik menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berada dalam dekapan musim hujan. Pada dasarian I (1–10 Maret) dan dasarian II (11–20 Maret), peluang hujan bahkan mencapai angka yang sangat tinggi.

“Peluang hujan pada periode 1 hingga 20 Maret berada di kisaran 60 hingga 90 persen di beberapa wilayah. Ini menunjukkan intensitas yang cukup dominan,” tulis BMKG dalam laporannya.

Memasuki dasarian III atau periode 21–31 Maret, potensi hujan dengan curah lebih dari 100 milimeter diprediksi tetap ada dengan peluang sekitar 10 hingga 30 persen. Kondisi ini menuntut kesiagaan warga terhadap potensi genangan maupun luapan air sungai.

Ancaman Karhutla di Tengah Musim Hujan
Menariknya, meskipun secara umum wilayah Kaltim berada pada kategori aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per 5–6 Maret, satelit NOAA20 justru menangkap sinyal anomali. Satu titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

“Satu titik panas terdeteksi di Desa Bagendang Tengah pada 4 Maret 2026 pukul 13.08 WIB. Tingkat kepercayaannya berada pada kategori menengah, yakni 30 hingga 79 persen,” jelas laporan BMKG tersebut.

Munculnya hotspot tunggal ini menjadi pengingat bahwa potensi karhutla tetap mengintai di sela-sela cuaca lembap, terutama jika terdapat aktivitas pembukaan lahan secara ilegal. BMKG pun mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam menjaga lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kemunculan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang jika kondisi cuaca berubah lebih kering,” tutup BMKG dalam rilis resminya.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, sinergi antara kewaspadaan banjir dan pencegahan karhutla menjadi kunci bagi stabilitas wilayah Kotawaringin Timur sepanjang bulan Maret ini. (oes)

Editor : Indra Zakaria