SAMPIT – Gelombang mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit mulai menunjukkan tensi tinggi. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah penumpang hingga 12,8 persen dibandingkan tahun lalu, dengan estimasi pemudik mencapai 12.000 orang.
Antusiasme masyarakat untuk pulang kampung ke Pulau Jawa terlihat jelas dari ludesnya tiket kapal pada tanggal-tanggal favorit. Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Sampit, Gusti Muchlis, mengungkapkan bahwa sejumlah jadwal keberangkatan sudah tidak lagi menyisakan kursi.
"Informasi dari operator kapal, untuk tanggal 12, 14, sampai 18 Maret tiket sudah habis semua," ujar Muchlis saat memberikan keterangan, Jumat (6/3/2026).
Padatnya permintaan tahun ini juga dipengaruhi oleh durasi masa angkutan mudik yang lebih singkat, yakni hanya 18 hari mulai 13 hingga 30 Maret, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22 hari. Meski durasinya memendek, Muchlis memastikan kesiapan armada tetap maksimal. "Tahun lalu durasinya 22 hari, sedangkan tahun ini hanya 18 hari. Namun jumlah armada yang melayani justru lebih banyak," jelasnya.
Terkait kapasitas, KSOP menegaskan tidak ada toleransi bagi kelebihan muatan demi keselamatan pelayaran. Kapal milik PT Pelni dibatasi pada kapasitas sekitar 1.400 penumpang, sementara kapal milik Dharma Lautan Utama (DLU) mengangkut sekitar 700 penumpang sesuai dispensasi yang berlaku.
Pihak otoritas pelabuhan mengimbau calon pemudik yang belum memiliki tiket untuk segera memantau jadwal alternatif di luar tanggal puncak tersebut. KSOP Sampit berkomitmen akan terus mengawasi operasional kapal serta memantau perkembangan cuaca secara real-time guna menjamin kelancaran arus mudik di perairan Kotawaringin Timur. (*)
Editor : Indra Zakaria