Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Petaka di Balik Pesona Riam Kinipan: Pemancing Asal Pangkalan Bun Hilang Terseret Arus

Redaksi Prokal • 2026-03-10 06:45:00

Warga dan petugas gabungan saat menemukan perahu pemancing yang terbalik di Riam sekitar Desa Kinipan, Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau, Senin (9/3). (istimewa/BPBD Lamandau)
Warga dan petugas gabungan saat menemukan perahu pemancing yang terbalik di Riam sekitar Desa Kinipan, Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau, Senin (9/3). (istimewa/BPBD Lamandau)

 

LAMANDAU- Sungai di Desa Kinipan, Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau, selama ini dikenal memiliki pesona alam yang memukau dengan aliran riam yang menantang bagi para pemancing. Namun, di balik keindahan jeramnya, arus sungai tersebut menyimpan bahaya besar yang baru saja memicu tragedi bagi seorang pemancing asal Pangkalan Bun bernama Ruswandi. Pria berusia 51 tahun tersebut dilaporkan hilang ditelan arus setelah perahu kecil yang ditumpanginya karam saat mengarungi riam pada Minggu malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengungkapkan bahwa peristiwa nahas ini bermula ketika korban bersama rekannya, Toto, berangkat dari Pangkalan Bun menuju Kinipan sejak pagi hari. Sesampainya di lokasi pada sore hari, keduanya langsung turun ke sungai untuk mencari ikan menggunakan perahu. Sekitar pukul 20.00 WIB, perahu yang mereka tumpangi tidak mampu menahan derasnya arus riam hingga akhirnya terbalik dan karam.

Dalam situasi mencekam tersebut, rekan korban berhasil menyelamatkan diri setelah sempat meraih dahan pohon di tepi sungai dan bertahan dari tarikan arus. Namun, Ruswandi tidak seberuntung rekannya; ia hanyut terbawa derasnya aliran air dan menghilang di kegelapan malam. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan pencarian awal, namun hingga Senin petang, nasib Ruswandi masih belum diketahui.

Operasi pencarian mulai diperluas pada Senin pagi dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Lamandau, personel Basarnas Pangkalan Bun, kepolisian dari Polsek Delang, hingga komunitas pemancing dan pihak keluarga. Tim gabungan menyisir aliran sungai hingga radius 3,3 kilometer dari titik awal kejadian. Sayangnya, upaya pencarian terpaksa dihentikan sementara pada Senin sore karena lokasi dilanda cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang membahayakan keselamatan tim penyelamat.

Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan secara intensif mulai Selasa pagi ini dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Hendikel mengimbau kepada siapa pun yang beraktivitas di sekitar sungai untuk selalu waspada terhadap perubahan arus riam yang ekstrem, sembari terus berkoordinasi dengan aparat desa dan tim SAR guna memaksimalkan proses penyisiran di sepanjang aliran sungai Kinipan.(*)

Editor : Indra Zakaria