Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Camat Mentaya Hilir Utara Nyaris Diamuk Massa, Baju Robek Akibat Kericuhan SK Gapoktanhut

Redaksi Prokal • 2026-03-12 07:10:00

RICUH: Kericuhan saat aksi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara (warga/radar sampit)
RICUH: Kericuhan saat aksi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara (warga/radar sampit)

SAMPIT — Ketegangan pecah di Kantor Camat Mentaya Hilir Utara ketika sekelompok warga melakukan aksi unjuk rasa yang berujung anarkis pada Rabu (11/3/2026). Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrilah, dilaporkan nyaris menjadi sasaran amuk massa dan mengalami tindakan fisik hingga pakaian dinasnya robek saat menghadapi kerumunan warga yang menuntut penerbitan Surat Keputusan (SK) ketua Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di dalam ruangan kantor camat tampak sangat panas. Sejumlah warga menyampaikan tuntutan dengan nada tinggi dan teriakan yang mendesak agar Zikrilah segera mengesahkan kepengurusan Gapoktanhut untuk pihak tertentu. Situasi yang awalnya hanya adu argumen berubah menjadi ricuh ketika massa mulai merangsek maju.

Dalam kerumunan tersebut, Camat Zikrilah diduga mengalami dorongan hingga terjatuh. Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa ia bahkan sempat dilempari dan nyaris dipukul oleh beberapa orang dari kelompok warga yang emosinya sudah memuncak.

“Situasinya sangat panas. Pak Camat sempat dilempari dan hampir dipukul oleh beberapa orang dari kerumunan warga,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Kericuhan ini dipicu oleh penolakan camat untuk menerbitkan SK ketua Gapoktanhut Bagendang Raya atas nama Jailani dan kelompoknya. Penolakan tersebut dilakukan karena proses pemilihan dinilai tidak memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, terdapat dua kelompok tani (poktan) lain di bawah naungan Gapoktanhut tersebut yang secara tegas menolak hasil pemilihan yang dipaksakan oleh sebagian anggota.

Aturiyadi dari Poktan Buding Jaya membenarkan bahwa ada upaya pemaksaan terhadap camat untuk melegalkan hasil pemilihan yang cacat prosedur tersebut. Beruntung, aparat dari unsur TNI dan Polri yang bersiaga di lokasi segera bertindak cepat untuk mengendalikan keadaan dan mengevakuasi Zikrilah dari kepungan massa.

Meskipun di akhir insiden camat terlihat terduduk lemas di lantai dengan pakaian yang rusak, intervensi aparat berhasil mencegah jatuhnya korban luka serius. Hingga saat ini, situasi di Mentaya Hilir Utara telah berangsur kondusif, namun pengamanan di sekitar kantor camat tetap diperketat untuk mengantisipasi aksi susulan.(*)

 

Editor : Indra Zakaria