SAMPIT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar baik bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diprediksi akan berada dalam kondisi relatif aman, baik untuk jalur transportasi darat maupun laut.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandara H. Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengungkapkan bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Untuk sektor pelayaran, ketinggian gelombang di perairan sekitar Kotim diprediksi maksimum hanya mencapai 1,25 meter. Kondisi ini dinilai masih sangat aman bagi aktivitas kapal penumpang tipe Ro-Ro maupun kapal besar lainnya yang melayani rute mudik.
Sementara itu, cuaca di daratan dalam sepekan ke depan akan didominasi oleh kondisi cerah berawan. Meskipun hujan masih berpotensi terjadi, intensitasnya diprediksi masih dalam kategori normal dengan curah hujan menengah antara 20 hingga 100 milimeter, yang umumnya mengguyur pada waktu sore hingga malam hari.
Mulyono juga menjelaskan fenomena suhu udara yang belakangan ini terasa lebih menyengat. Hal tersebut disebabkan oleh posisi matahari yang mulai mendekati garis khatulistiwa (ekuator) pada bulan Maret. Meski suhu terasa lebih panas, secara astronomis wilayah Kotawaringin Timur secara umum sebenarnya masih berada dalam periode musim hujan.
Beralih ke prospek jangka panjang, BMKG memperkirakan awal musim kemarau di Kotim akan dimulai pada awal Juni mendatang. Terkait potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meski titik panas sempat terdeteksi beberapa waktu lalu, guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir telah menetralisir titik-titik tersebut. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada karena musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih panjang, yang secara otomatis meningkatkan risiko Karhutla di masa mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria