Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arus Mudik Kalteng Memuncak: Puluhan Ribu Penumpang Padati Pelabuhan Kumai dan Sampit

Redaksi Prokal • 2026-03-16 13:30:00

Antrean penumpang menaiki kapal PT Pelni di Pelabuhan Sampit, Minggu (15/3). (yuni/radarsampit)
Antrean penumpang menaiki kapal PT Pelni di Pelabuhan Sampit, Minggu (15/3). (yuni/radarsampit)

PALANGKA RAYA- Gelombang pemudik dari Kalimantan Tengah menuju Pulau Jawa mulai menunjukkan lonjakan signifikan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kumai memprediksi sebanyak 30 ribu orang akan bertolak dari Pelabuhan Panglima Utar menuju Semarang dan Surabaya pada musim mudik tahun 2026 ini. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 5 persen atau lebih dari 1.000 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.

Guna melayani puluhan ribu pemudik tersebut, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kumai, Nuriman Setia, mengonfirmasi bahwa 10 armada kapal telah disiapkan. Rinciannya terdiri dari lima kapal PT Pelni, empat kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU), dan satu armada dari ASDP. Dengan adanya dispensasi kapasitas dari Kementerian Perhubungan, otoritas meyakini seluruh penumpang dapat terangkut dengan aman meski volume keberangkatan meningkat, terutama untuk rute favorit menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Selain kesiapan armada, pihak KSOP Kumai juga memperketat pengawasan terhadap praktik penipuan tiket. Masyarakat diingatkan untuk tidak memercayai oknum yang menjanjikan tiket langsung di pelabuhan, mengingat sistem pembelian kini sepenuhnya beralih ke daring atau melalui agen resmi. Koordinasi lintas sektoral dengan perbankan dan operator telekomunikasi pun diperkuat untuk membantu para pekerja perkebunan di pelosok Kalteng agar lebih mudah mengakses tiket secara online.

Sementara itu, kesibukan serupa terlihat di Pelabuhan Sampit yang baru saja melewati puncak arus mudik pada Minggu (15/3). Dalam satu hari, tiga kapal penumpang yakni KM Leuser, KM Kirana III, dan KM Dharma Rucitra VI diberangkatkan sekaligus dengan total muatan mencapai 2.683 orang. Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menyatakan bahwa meskipun terjadi lonjakan penumpang hingga 10 persen tahun ini, situasi di terminal tetap terkendali tanpa adanya antrean panjang yang berarti.

Kelancaran proses embarkasi di Sampit ini merupakan hasil koordinasi intensif antara otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan operator kapal. Untuk membantu pemudik yang sempat tertahan, pihak operator bahkan menyiapkan sejumlah tiket cadangan secara terbatas, sehingga beberapa penumpang yang berasal dari sektor pekerja tetap bisa melanjutkan perjalanan mereka menuju kampung halaman hingga ke Nusa Tenggara Barat. (*)

Editor : Indra Zakaria