Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sampit Dikepung Asap Karhutla: Pengendara Mengeluh Mata Perih dan Pandangan Kabur

Redaksi Prokal • 2026-03-19 10:15:00

Asap akibat kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 2, 5 Sampitmenggagu jarak pandang pengguna jalan, Rabu (18/3/2026).
Asap akibat kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 2, 5 Sampitmenggagu jarak pandang pengguna jalan, Rabu (18/3/2026).

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada Rabu (18/3), kabut asap tebal terpantau menyelimuti Jalan Jenderal Sudirman Km 2,5, yang merupakan salah satu jalur utama di wilayah tersebut.

Kondisi ini tidak hanya membatasi jarak pandang, tetapi juga mulai mengancam kesehatan dan keselamatan para pengguna jalan yang melintas di tengah kepulan asap sisa pembakaran lahan. Para pengendara, khususnya pengguna roda dua, menjadi pihak yang paling terdampak langsung. Mereka harus menerjang pekatnya asap tanpa pelindung yang memadai.

"Tadi pas lewat, asapnya lumayan tebal. Pandangan jadi tidak jelas, dan yang paling parah, mata saya perih sekali," ujar Ridwan, salah seorang pengendara motor yang terpaksa menepi sejenak untuk membasuh muka.

Keluhan serupa juga dirasakan banyak warga lainnya. Jarak pandang yang terbatas memaksa para sopir kendaraan roda empat untuk melambatkan laju kendaraan mereka demi menghindari kecelakaan beruntun di jalur sibuk tersebut.

Memburuknya situasi ini dipicu oleh penurunan intensitas hujan di wilayah Sampit dalam beberapa hari terakhir. Lahan yang mulai mengering menjadi sangat rentan tersulut api, bahkan oleh percikan kecil sekalipun.

Hingga sore hari, petugas gabungan dari BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim masih terlihat berjibaku di lokasi. Mereka terus menyemprotkan air ke titik-titik api yang tersembunyi di bawah permukaan lahan gambut. Petugas di lokasi kebakaran terus mengingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu munculnya api baru.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan tolong jangan membakar lahan di tengah kondisi cuaca kering seperti ini. Sangat berbahaya dan mengganggu fasilitas umum," tegas salah satu petugas pemadam di sela-sela upayanya menjinakkan api.

Meski pemadaman terus dilakukan, kepulan asap putih masih menyelimuti jalanan hingga berita ini diturunkan. Warga diharapkan mengenakan masker dan pelindung mata saat harus beraktivitas di luar ruangan. (*)

Editor : Indra Zakaria