PALANGKA RAYA – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, sejumlah ruas vital Trans Kalimantan di wilayah Kalimantan Tengah tengah dalam fase perbaikan intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh melintasi provinsi tersebut.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng, beberapa titik fokus penanganan mencakup jalan nasional yang memiliki volume kendaraan tinggi. Ruas Palangka Raya – Kuala Kurun di Kabupaten Gunung Mas kini tengah menjalani pemeliharaan rutin berupa penambalan lubang (patching). Selain itu, jalur penghubung Kereng Pangi – Sampit yang melintasi Katingan hingga Kotawaringin Timur juga masuk dalam daftar penanganan prioritas guna meminimalisir hambatan bagi pengguna jalan.
Perbaikan serupa juga dikebut pada ruas Jalan Nasional Tamiang – Ampah di wilayah Barito Timur dan Barito Selatan, serta jalur Pulang Pisau – Kapuas yang menjadi urat nadi transportasi menuju Kalimantan Selatan. Sementara di Kabupaten Kotim, pembangunan Jalan Lingkar Luar Selatan Sampit ditargetkan rampung tahun ini sebagai solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di area perkotaan.
Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom, menjelaskan bahwa koordinasi antara pemerintah provinsi dan pusat terus diperkuat melalui Sekretariat Bersama guna menjaga kemantapan jalan. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 191 kilometer jalan nasional yang menjadi fokus perbaikan dengan target tingkat kemantapan mencapai 87 persen pada tahun 2026.
Peningkatan kualitas jalan ini tidak hanya bersumber dari anggaran daerah dan pusat melalui Inpres Jalan Daerah, tetapi juga didukung skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta, terutama pada jalur strategis yang kerap dilalui kendaraan berat.
Di sisi lain, persoalan tonase kendaraan masih menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi Kalteng mengimbau para pengusaha dan pengemudi agar tidak menggunakan kendaraan yang melebihi kapasitas (overload dan over dimension), karena hal tersebut menjadi pemicu utama cepatnya kerusakan infrastruktur jalan.
Bersamaan dengan perbaikan fisik, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng turut memetakan titik-titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai pemudik. Beberapa kawasan seperti Jalan Cilik Riwut, Jalan Mahir Mahar, ruas Kasongan – Palangka Raya, hingga kawasan Sebangau dinilai memiliki potensi risiko tinggi akibat kombinasi volume kendaraan yang padat dan kondisi lingkungan sekitar. Pengendara pun diminta tetap berhati-hati dan menjaga kondisi fisik selama melintasi jalur-jalur tersebut.(*)
Editor : Indra Zakaria