Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Libur Lebaran Terusik: Pemuda Mabuk Bikin Gaduh di Pantai Seribu Cemara Seruyan, Satpol PP Turun Tangan!

Redaksi Prokal • Selasa, 24 Maret 2026 - 12:45 WIB

Seorang pemuda yang diduga mabuk miras terlibat keributan hingga mengganggu kenyamanan pengunjung, Minggu (22/3) kemarin.
Seorang pemuda yang diduga mabuk miras terlibat keributan hingga mengganggu kenyamanan pengunjung, Minggu (22/3) kemarin.

KUALA PEMBUANG – Suasana syahdu libur Idulfitri yang semestinya dipenuhi keceriaan di objek wisata Pantai Seribu Cemara, Kabupaten Seruyan, mendadak berubah tegang. Momentum silaturahmi warga yang memanfaatkan libur Lebaran 1447 Hijriah terusik oleh aksi tidak terpuji seorang pemuda yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman keras hingga memicu keributan di area publik pada Minggu (22/3) kemarin.

Insiden tersebut terjadi di tengah puncak kunjungan wisatawan yang memadati kawasan pantai. Keributan yang dipicu oleh perilaku pemuda tersebut sontak menjadi pusat perhatian pengunjung lain yang sedang menikmati suasana pesisir. Merespons laporan cepat dari masyarakat yang merasa kenyamanannya terganggu, personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Seruyan bersama jajaran Polres Seruyan segera bergerak menuju lokasi untuk meredam situasi.

Kepala Satpol PP Seruyan, Junaidi, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung melakukan tindakan preventif guna mencegah keributan meluas menjadi konflik fisik yang lebih serius. Setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati pemuda tersebut memang dalam kondisi mabuk yang berpotensi membahayakan ketertiban umum. Proses pengamanan berlangsung tanpa perlawanan berarti, di mana petugas kemudian mengambil langkah persuasif dengan mengantarkan pemuda tersebut langsung ke kediamannya di Jalan Ais Nasution, Desa Sungai Undang.

Meski tidak ada laporan mengenai korban luka serius dalam kejadian ini, gangguan yang ditimbulkan sempat merusak atmosfer liburan para wisatawan. Junaidi menegaskan bahwa perilaku semacam ini sangat disayangkan, terutama di tengah momen sakral Lebaran yang seharusnya menjadi waktu untuk bersukacita dengan cara yang tertib dan aman. Petugas di lapangan pun memastikan area pantai kembali kondusif setelah oknum tersebut dievakuasi dari kawasan wisata.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pemerintah daerah melalui Satpol PP mengimbau dengan sangat agar seluruh pengunjung objek wisata tetap menjaga etika dan menghindari konsumsi minuman beralkohol di tempat umum. Penegakan ketertiban akan terus diperketat di titik-titik keramaian guna menjamin rasa aman bagi warga yang ingin menghabiskan waktu libur panjang bersama keluarga tanpa gangguan tindakan anarkis maupun asusila.(*)

Editor : Indra Zakaria