Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pentingnya Dampingi Siswa Pahami Diri

Wawan-Wawan Lastiawan • 2020-12-07 09:59:16
BUTUH PENDAMPINGAN: Rian Ramadani, Kelas VI SD 009 Bontang Selatan membuat poster dari pembelajaran mengenai pubertas remaja.
BUTUH PENDAMPINGAN: Rian Ramadani, Kelas VI SD 009 Bontang Selatan membuat poster dari pembelajaran mengenai pubertas remaja.

Ketika beranjak remaja, siswa akan mengalami transformasi biologis. Guru dan orangtua perlu berperan memberikan pendampingan kepada siswa atau anaknya mengenai kondisi itu.

BONTANG - Guru SD 009 Bontang Selatan Erna dan Herdi menyadari bahwa siswanya butuh pendampingan untuk memahami tahap pertumbuhan dan perkembangan dengan benar. Dengan begitu, siswa dapat mengidentifikasi, merincikan, dan menyikapi sekunder pubertas laki-laki dan perempuan.

Mengandalkan aplikasi Zoom dan WhatsApp, keduanya mengajak siswa berinteraksi memahami pertumbuhan manusia dan pubertas. Untuk materi ini memang para siswa terlihat malu-malu, karena mengajak siswa mengeksplor perubahan tubuh ketika mengalami pubertas, seperti tumbuh rambut di bagian vital, perubahan suara dan pembesaran payudara.

"Masa pubertas adalah perubahan yang dialami manusia, jadi para siswa harus melalui dan tidak perlu kaget. Di masa itu, organ reproduksi manusia baik laki-laki maupun perempuan berkembang dengan mengalami perubahan. Pembelajaran terkait tahapan pubertas dan reproduksi perlu diketahui siswa, sehingga mereka tahu apa saja yang terjadi dalam tubuh mereka," jelas Erna kepada Konita Lupiah, fasilitator daerah Tanoto Foundation di SD 009 Bontang Utara.

Para siswa diminta mengerjakan tugas observasi, guna mengetahui remaja yang sudah mengalami pubertas dan memberikan ciri-cirinya. Sehingga siswa bisa mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan dan perilaku di masa pubertas.

Seorang siswa, Amal Arifin yang masih duduk di kelas VI SD 009 Bontang Selatan tampak sigap menjawab pertanyaan yang diberikan Erna dan Herdi, dalam poster jawaban yang dibuatnya ia juga menuliskan untuk menjaga kesehatan dan perilaku di masa pubertas dengan mencintai diri sendiri serta berpikir positif.

Sedangkan Rian mendesain posternya dengan menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah keadaan di mana secara fisik, psikis, dan sosial yang berkaitan dengan sistem fungsi maupun proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan tumbuh dengan baik.

"Praktik pembelajaran yang dilakukan kelas VI ini, adalah aktivitas pendampingan menggunakan unsur MAU yang merupakan singkatan dari mengondisikan, aktifkan dengan mikir, dan umpan balik dari Tanoto Foundation," pungkas Konita. (pms/lil/ndu/k15)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#Advertorial