Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dorong Kemandirian Masyarakat, PT Indexim Coalindo Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Wawan-Wawan Lastiawan • 2022-10-11 18:26:15
KENANG-KENANGAN: Perwakilan manajemen PT Indexim Coalindo bersama para peserta kegiatan dan perwakilan pemerintah desa, mengabadikan momen kebersamaan setelah kegiatan Sekolah Lapang.
KENANG-KENANGAN: Perwakilan manajemen PT Indexim Coalindo bersama para peserta kegiatan dan perwakilan pemerintah desa, mengabadikan momen kebersamaan setelah kegiatan Sekolah Lapang.

 

SANGATTA – PT Indexim Coalindo terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa lingkar tambang. Berbagai inovasi program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) terus dilaksanakan. Salah satunya melalui pengembangan cluster budidaya ikan air tawar di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, Kutai Timur (Kutim).

Desa Cipta Graha sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kutim. Areal persawahan yang luas didukung dengan adanya bendungan dan saluran irigasi yang memadai, membuat produksi beras di desa ini cukup melimpah. 

Mewakili Dept Comdev PT Indexim Coalindo, Muhammad Asep Zaelani menjelaskan, sebagai langkah awal untuk menuju arah tersebut. Pihaknya telah melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang selama dua hari dengan materi teknis dan non teknis.

Selain untuk meningkatkan keterampilan budidaya. Hal itu juga bertujuan memberikan wawasan usaha, penguatan kelompok dan penguatan karakter. Adapun pemateri, perusahaan menggandeng pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim untuk materi teknis budidaya dan Koramil Sangkulirang materi penguatan karakter.

“Kami melihat Desa Cipta Graha memiliki potensi untuk dikembangkan, sebagai cluster perikanan air tawar. Tentunya tidak untuk mengganti mata pencarian utama masyarakat sebagai petani padi. Tapi, kami berharap dengan pengembangan budidaya perikanan air tawar, ke depannya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para petani,” kata Asep.

Menurutnya, sekolah lapang tersebut merupakan langkah awal untuk membuka mindset petani. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembuatan kolam demplot, sebagai media pembelajaran. Sehingga ilmu yang sudah diperoleh di sekolah lapang bisa langsung dipraktekkan.

“Kami juga akan memberikan pelatihan dengan materi pembuatan pakan dan pemijahan bibit. Apalagi salah satu kendala utama dalam budidaya ikan, karena mahalnya biaya pakan dan sulitnya mendapatkan bibit yang unggul,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Sekolah Lapang yang juga Ketua Gapoktan Cipta Graha, Waluyo mengucapkan terima kasih kepada perusahaan dan berharap agar kegiatan yang digelar PT Indexim Coalindo tidak berhenti sampai di sini. Namun, dilanjutkan dengan pendampingan lapangan.

“Melalui kegiatan sekolah lapang ini, kami mendapatkan ilmu dan wawasan baru. Kami berharap PT Indexim Coalindo bisa terus memberikan bimbingan dan pendampingan lanjutan sampai kami bisa berhasil,” tutupnya. (pms/dq)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#Advertorial