Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sulap Hutan Jadi Kebun Toga

adminbp-Admin Balpos • 2019-06-18 10:39:52

BALIKPAPAN – Fasilitas umum (fasum) di Perumahan Poka, RT 17 Kelurahan Sungainangka, Kecamatan Balikpapan Selatan (Balsel) mulai disulap menjadi tanaman obat keluarga (toga). Serta beberapa jenis tanaman lainnya, diantaranya singkong, pepaya, cabai, dan timun. Pemanfaatan lahan kosong ini yang dilakukan ini, juga sebagai salah satu faktor penilaian. Mengingat saat itu, Kelurahan Sungainangka, mewakili Kecamatan Balikpapan Selatan, maju dalam lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), serta Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (Hatinya PKK), Maret lalu. Meskipun penilaian itu telah selesai. Namun pihak kelurahan, maupun warga sekitar tetap melanjutkan program pemeliharaan. Dimana hampir setiap pekannya, jajaran Kelurahan Sungaingka, rutin melakukan pembersihan. Bukan hanya itu, juga aktif menambah bibit tanaman. Kini hasil kerja keras, baik pihak kelurahan dan warga, telah dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tanpa harus membeli. “Sudah ada hasilnya, kaya cabai. Sudah banyak warga yang mengambil atau dibagi-bagikan. Serta ada juga yang minta. Kami persilakan saja,” kata seorang warga RT 17, Nonot, disela-sela pembersihan yang dilakukannya di lahan tanaman di Poka. Nonot yang juga hobi fotografi dan bercocok tanam ini menuturkan, sebelumnya lahan itu merupakan hutan dan berada di fasum. Kemudian dirinya memulai dengan menanam lebih dulu sukun. “Sudah 10 tahun yang lalu kalau tak salah. Kemudian ada langkah dari lurah, menempatkan Tanaman Toga dan berbagai jenis tanaman lainnya,” terangnya. Memang terlihat keberadaan lahan kosong yang dimanfaatkan ini. Secara langsung mengajak warga untuk bisa memanfaatkan areal yang kosong, agar lebih bermanfaat. Sehingga tak dibiarkan begitu saja, dan ditumbuhi tanaman liar, atau yang merambat. Nonot pun juga aktif melakukan pembersihan di dalam areal tersebut. “Kalau dibersihkan, enak juga dilihat. Kalau lurah bersama jajarannya, hampir setiap minggu datang, melakukan kerja bakti, baik bersih-bersih atau menata tanaman,” akunya. Sebelumnya, Sanrang menuturkan, di lahan itu memang telah terdapat tanaman pisang dan pepaya, namun dipenuhi rerumputan liar. “Memang sebelumnya sudah ada tanaman kates dan pisang, cuma digarap gitu saja. Alhamdulillah sudah ditata dan dibuatkan pendopo. Termasuk ada lorong-lorong untuk tanaman yang menjalar (merambat),” jelas Sanrang. (wal/rus)

Editor : adminbp-Admin Balpos