Siklus haid yang tidak teratur adalah hal yang sangat umum terjadi. Setiap wanita bisa berbeda-beda, sehingga tidak heran bila siklus haidnya pun bervariasi. Terutama pada tahun-tahun awal seorang remaja perempuan mendapatkan haid pertamanya.
Namun, bila haid tak juga terjadi setelah berusia 15 tahun, maka seorang remaja perempuan tersebut dianggap mengalami amenore primer, dengan catatan, pertumbuhan fisik normal dan terdapat tanda perkembangan seks sekunder, seperti tumbuhnya tunas payudara serta tumbuhnya rambut ketiak dan kemaluan.
“Masalah ini tentunya juga harus menjadi perhatian, tidak hanya pada wanita tersebut tapi juga pada keluarga, terutama ketika ada seorang gadis yang sudah menginjak usia 15 tahun tapi belum mengalami haid, maka harus segera diperiksakan. Kemungkinan ada kelainan pada alat reproduksinya, bisa jadi tidak memiliki rahim, tidak memiliki vagina,” kata dr. Alia Shahnaz, SpOG, dari RSIA Sayang Ibu Balikpapan dalam program talkshow di radio KPFM Balikpapan, Rabu (12/7/2023).
Ia menjelaskan, kondisi ini perlu diperhatikan dengan baik untuk menjaga kesehatan wanita. Gangguan menstruasi terjadi ketika panjang siklus menstruasi terus berubah.
Masalah gangguan haid ini menjadi problem banyak wanita adalah terkait siklus haidnya yang memanjang atau memendek, maupun jumlahnya yang berlebih.
Untuk itu, harus ketahui di awal apakah siklus haid yang normal, adalah siklus haid yang antara 21 hari sampai 35 hari, dengan lama haid selama 2 sampai dengan 7 hari. Dengan menghabiskan pembalut itu 2 sampai 5.
Jadi kalau yang disebut dengan gangguan haid itu adalah gangguan pada ritmenya, kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, atau tidak haid sama sekali.
Kalau bicara gangguan haid banyak sekali penyebabnya, terkait yang tidak haid itu bahasa medisnya adalah amenore, bisa amenore primer bisa amenore sekunder.
Untuk amenore primer itu tidak mendapatkan haid sejak awal, yang seharusnya terjadi pada seorang wanita itu mengalami di antara usia 9 sampai 11 tahun. Ini tidak mendapatkan haid. Di usia 15 tahun tidak mendapatkan haid sama sekali.
Sedangkan amenore sekunder itu sudah pernah haid, dengan siklus yang normal kemudian tidak haid.
Kriteria tersebut memenuhi apabila tidak haid selama 3 bulan. Tapi kalau kurang dari 3 bulan itu masih dalam kategori normal.
Kalau nanti lebih dari 3 bulan maka akan dicari penyebabnya, karena gangguan haid ini bisa terjadi karena gangguan hormon, penyakit-penyakit yang dialami misalnya penyakit kanker itu mengalami gangguan haid dengan darah yang banyak, atau ada miom, bisa kista, atau juga stres, penggunaan alat kontrasepsi, penggunaan obat-obatan, bisa semuanya. Kita harus meneliti penyebabnya. (MAULANA/KPFM)
Editor : izak-Indra Zakaria