Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

DPRD Balikpapan Keluhkan Proyek PGN, Merusak Fasum di Balikpapan

izak-Indra Zakaria • 2023-10-31 00:38:25
Photo
Photo

Proyek yang tengah dijalankan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) Solution ternyata menimbulkan dampak yang dikeluhkan masyarakat Balikpapan.

Di antaranya, menyebabkan bocornya pipa induk PDAM di Soekarno hatta KM 2 tepatnya di jalan Padat Karya, penurunan badan jalan Soekarno-Hatta di Km 3 dan keretakan jalan di Km. 5, Balikpapan Utara.

Dengan adanya kondisi ini, Anggota DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang angkat suara. Dia mengatakan pelaksanaan proyek tetap wajib memenuhi standar keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Di mana barang proyek tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Namun faktanya pengerjaannya berakibat penyempitan dan kerusakan pada badan jalan.

“Kita minta ada tanggung jawab. Silahkan proyek berjalan. Tapi jangan sampai bikin dampak pada warga setempat. Tapi ini jalan rusak, berlubang dan berlumpur sampai macet,” ujarnya, Kamis (3/8).

Pihak DPRD, lanjut Oddang, sudah sering membahas persoalan izin dampak lingkungan dan aspek safety pipa gas. Apalagi cakupan proyek ini cukup luas yakni dari Kukar ke Balikpapan. Hampir sepanjang jalan Soekarno-Hatta termasuk bagian dari pelaksanaan proyek. Bahkan di sepanjang tepi jalan turunan Muara Rapak sempat juga terdapat tumpukan pipa.

“Kita saja bukan orang teknis tahu, lihat aspek safety-nya gimana. Ini bukan sehari, dua hari bahkan seringkali lakukan pertemuan untuk memberikan masukan tapi tetap berulah lagi. Tolong di diperhatikan karena ini adalah jalur utama,” tuturnya lagi.

Oddang meminta PGN segera menyelesaikan persoalan dampak lingkungan kegiatan pipa proyeknya. Mengingat dampaknya berakibat pada kemacetan di sejumlah titik pada jam sibuk kendaraan.

Di samping penutupan kembali terhadap bekas galian di tepi jalan. Padahal beberapa titik jalan baru saja selesai pemeliharaan dengan menggunakan APBD Provinsi Kaltim.

“Apalagi kita yang dapil utara tiap hari lewat situ disajikan dengan kemacetan. Intinya aspek keamanan, disiplin SOP, kedalaman pipa. Itu yang lebih penting. Yang rusak-rusak segera diperbaiki agar tidak berbahaya,” tambahnya. (nan) 

Editor : izak-Indra Zakaria