Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kantor Bupati

uki-Berau Post • 2019-09-24 14:11:28

ADA apa dengan kantor bupati? Tak ada masalah.  Kantor yang dulu termasuk salah satu bangunan yang megah di Kaltim. Teman saya Pak Kamril (almarhum) yang mendesain kantor ini. Almarhum pindah ke Aceh, ia ikut menjadi korban bersama istrinya pada peristiwa Tsunami 26 Desember 2004.

Saya masih ingat ruangan kantor bupati sebelum sekarang. Bangunan sederhana. Sering dipanggil almarhum Pak Arifin Saidi, Bupati Berau hanya untuk menemani ngobrol. Ngobrol soal kebun dan olahraga bridge kesukaan beliau. Sesekali juga dipanggil, khusus untuk ‘dimarahi’. Marah sambil senyum-senyum.

Juga sering dipanggil almarhum Pak Masdjuni, yang menjabat sebagai sekretaris kabupaten, menggantikan almarhum Pak Sulaiman. Juga sekadar berbincang sekitar prospek usaha perikanan ke depan. Tapi tidak pernah dipanggil untuk dimarahi.

Itu di dua generasi kantor yang berlokasi di sekitar Lapangan Batiwakkal. Kalau kantor bupati sebelumnya, saya harus banyak bertanya. Pak Ayit yang punya usaha pencucian mobil di Jalan APT Pranoto, yang banyak tahu. Pak Ibnu Sina mantan sekretaris kabupaten apalagi. Juga Pak Natsir, mantan asisten dan Pak Syarkawi, mantan Kadisnaker. Beliau-beliau itu pejabat yang pernah tugas di kecamatan yang minim fasilitas.

Kata Pak Ayit, kantor bupati saat Pak Raden Ayoeb dan beberapa bupati sesudahnya, menempati bangunan tua yang ada di Batumiang (kantor PDAM, sekarang markas POM). Kemudian pindah ke Jalan Dr Soetmo. Selanjutnya kantor yang di Batumiang dijadikan rumah sakit.

Kantor ini masih utuh di banyak tempat. Desain bangunan kayu, seakan diperuntukkan untuk kantor dan rumah sakit. Keponakan saya pernah dirawat di sini. Terserang diare. Karena waktu itu tak ada persediaan obat, terpaksa diterbangkan ke Samarinda.

Dari Batumiang, kemudian kantor bupati boyongan lagi ke kantor yang ada di Jalan Dr Soetomo. Kata Pak Natsir, bangunan itu pernah ditempati banyak dinas instansi. Bahkan instansi vertikal Kantor Perdangan pernah berkantor di situ.

Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD), Kantor Tenaga Kerja, Kantor Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Kantor Penerangan serta Kantor Sospol, juga pernah menempati bangunan tua sebagai kantor. Betapa terbatasnya dulu fasilitas per kantor.

Saya hanya tahu, bahwa bangunan di Jalan Soetomo, pernah berkantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) sekarang Bankaltimtara. Saya sering berkunjung saat Pak Sulaiman Gafur, sebagai direktur BPD. Dan beberapa direktur sesudahnya.

Kantor Bankaltimtara sekarang, di Jalan Pemuda, sebelumnya yang saya ingat adalah TK Pertiwi. Sekolah TK Pertiwi, pemakai terakhir gedung yang pernah jadi kantor bupati. Tukar tempatlah ceritanya.

Ada cerita yang membuat Pak Natsir HS tersenyum, mengingat apa yang sering dilakukan di tempat itu. Ia menyebut nama Pak Masykur kerja di Perdagangan, dan Pak Kewang yang kerja di Kantor P&K, serta Pak Langkir (almarhum), Kantor Penerangan. “Kalau kami sudah bertemu berempat, langsung cari kartu dan main remi,” kenang Pak Natsir. Pak Natsir, purna tugas di Pemkab pada jabatan Asisten.

Kemarin, Senin (23/9), saya mampir di bangunan itu. Tak banyak yang berubah. Hanya ada penonjolan cat berwarna-warni. Ada tulisan  ‘Taman Kanak-Kanak TK Pertiwi’. Sekolah ini dikelola Yayasan Pertiwi.

Warna cat didominasi warna oranye. Ada teras, yang sering dijadikan ruang tunggu saat menjadi kantor BPD, juga masih terlihat utuh dengan cat warna putih. Sedangkan dinding sebelah kanan, dicat dengan warna hijau. Masih sangat terawat. Masih sangat rapi. Halamannya luas.

Posisinya sangat strategis, persis di tepi jalan raya. Jalan yang pada malam hari, menjadi salah satu pusat keramaian berbelanja.

Bukan hanya bangunan eks kantor bupati dan banyak kantor yang pernah menempati bangunan ini, serta bangunan tua lainnya, disarankan ada tulisan yang ditempatkan di bagian depan.  Mungkin untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat luas. Bagi generasi yang belum banyak tahu.

Beberapa karyawan PNS yang jumpa di warung kopi Hoky, mengaku tidak tahu kalau bangunan yang ada di Jalan Dr Soetomo dan Batumiang itu, pernah menjadi kantor bupati. Mereka lebih banyak tahu, saat ditempati kantor BPD.

Mereka menyarankan, sebagai aset Pemkab Berau, bila akan membangun sarana perkantoran, sebaiknya mencari saja lahan yang baru. Sesuai dengan arah pengembangan kota. Biarkanlah dua bangunan itu tetap berdiri sebagai saksi sejarah.  Bila perlu diperbaiki dan dimanfaatkan oleh instansi atau lembaga yang ada. Yang belum punya kantor. (*/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan