TANJUNG REDEB – Asisten II Setkab Berau Agus Wahyudi, menyebut belum ada uji coba pelayaran Landing Craft Tank (LCT) di jalur alternatif saat Jembatan Sambaliung diperbaiki dan ditutup total.
Disebutnya, beredarnya video LCT mengangkut mobil berwarna hitam untuk menyeberangi sungai, bukan terjadi di Berau.
Agus Wahyudi mengaku, hingga kemarin (5/6) belum dilakukan uji coba LCT. Malah pihaknya baru akan menggelar rapat persiapan pelaksanaan perbaikan jembatan dan penyiapan jalur alternatif bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim, Bapelitbang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, serta DPRD Berau, Kamis (9/6) nanti. “Kita akan duduk bersama dulu,” ujar Agus Wahyudi.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau ini mengatakan, pihaknya juga berupaya meminta provinsi agar melakukan perbaikan dengan waktu sesingkat-singkatnya. Namun dengan kualitas yang sempurna. Mengingat Jembatan Sambaliung, merupakan satu-satunya akses darat warga saat ini, baik menuju ke Sambaliung dan lima kecamatan lainnya, maupun sebaliknya.
Dilanjutkan Agus, kebutuhan untuk perbaikan memang mendesak. Perbaikan yang menelan anggaran mencapai Rp 20 miliar tersebut, memang wewenang dari provinsi. Namun untuk permasalahan penyeberangan masyarakat, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Berau.
“Ini yang baru akan dibahas dengan mereka pada Kamis nanti,” jelasnya.
Agus mengatakan, perbaikan tetap dilakukan, namun untuk sistem penyeberangan masih akan dibicarakan lebih lanjut terkait solusi terbaiknya. “Untuk jembatan kembar, sepertinya sulit,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya banyak mengeluhkan soal perbaikan jembatan tersebut. Pasalnya masyarakat menilai dengan penutupan total tersebut, akan menyulitkan mereka dalam beraktivitas. “Hal inilah yang kita perhitungkan. Bagaimana solusi terbaiknya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, rencana perbaikan Jembatan Sambaliung masih tahap lelang. Namun walau proses lelang masih berlangsung, pihaknya berencana berkunjung ke Berau untuk berkoordinasi dengan bupati dan jajaran Pemkab Berau pekan depan.
“Minggu depan kita rapat dengan pemda,” katanya saat dihubungi Berau Post, Jumat (3/6).
Agenda utamanya, ujar Fitra, selain untuk memastikan kesiapan Pemkab Berau. Khususnya dalam menetapkan jalur alternatif pengalihan arus lalu-lintas selama perbaikan jembatan dilaksanakan. Sebab, dalam proses perbaikannya nanti, Jembatan Sambaliung akan ditutup total. “Risikonya sangat tinggi kalau tidak ditutup,” katanya.
Sehingga, saat proses lelang telah selesai, kontraktor pelaksana bisa langsung bersiap melaksanakan perbaikan, tanpa harus menunggu kepastian jalur alternatif untuk pengalihan kendaraan yang selama ini melintasi Jembatan Sambaliung. “Seberapa padatnya arus lalu-lintas di Jembatan Sambaliung saat ini, ketika dilakukan perbaikan harus ditutup. Harus ada pengalihan,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya berharap dukungan Pemkab Berau terhadap rencana perbaikan jembatan tersebut. Bukan sekadar menyediakan alat transportasi sungai untuk menyeberangkan kendaraan dan orang di jalur alternatif, tapi juga mengedukasi masyarakat bahwa penutupan jembatan dilakukan untuk kepentingan jangka panjang yang lebih besar. “Makanya nanti kami juga pastikan, apakah alternatif yang digunakan nanti pakai kapal Feri, LCT, atau ada alternatif lainnya,” ungkapnya.
Mengenai gratis atau tidaknya penggunaan jasa kapal penyeberangan di jalur alternatif nantinya, hal itu juga akan dibahas pekan depan. “Opsinya memang bisa gratis atau bayar. Tapi kami berharap Pemkab Berau bisa mendukung dengan mengusahakan penyeberangan bagi masyarakat digratiskan,” jelasnya.
Dirinya berharap, proses lelang bisa segera dituntaskan sehingga persiapan perbaikan jembatan bisa segera dimulai. “Semoga semuanya berjalan lancar,” tutupnya. (hmd/udi)
Editor : uki-Berau Post