TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Totoh Hermanto meminta masyarakat yang membeli baju bekas atau rombengan, untuk terlebih dahulu mencucinya sebelum dipakai.
Dijelaskannya, memakai pakaian bekas berpotensi terkena penyakit kulit, yang sebelumnya diderita pengguna sebelumnya. Karena itu, ia menyarankan agar pakaian bekas yang dibeli harus terlebih dahulu dicuci menggunakan air panas dan dicampur dengan alkohol.
“Tidak masalah, asal dicuci dengan air panas dan alkohol. Itu bisa menyebabkan kuman mati,” jelasnya.
Ia menambahkan, cemaran jamur kapang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, seperti gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi karena pakaian tersebut melekat langsung pada tubuh.
“Makanya itu, sebenarnya tidak masalah, jika dibersihkan dan dicuci dengan benar,” ucapnya.
Selama ini, pihaknya terus mengedukasi masyarakat mengenai bahayanya menggunakan pakaian bekas impor. Terlebih di Berau, masyarakat cukup banyak menggunakan pakaian bekas impor, tentu pengawasan dari instansi terkait seperti Di-nas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, juga penting dalam hal pengawasan.
“Kita mengedukasi masyarakat dan konsumen bahwa hasil pengecekan lab terhadap pakaian bekas mengandung jamur dan bakteri. Sudah kita cuci berkali-kali pun, ini orang lab yang bilang, ini sudah dicuci 3-4 kali, masih ditemukan jamur dan bakteri? Masih,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Disperindagkop Berau, Salim mengatakan akan segera membentuk tim, untuk melakukan pengawasan terhadap pakaian bekas. Hal ini dilakukan agar masyarakat memahami bahaya dari pengunaan pakaian bekas yang tidak sesuai.
“Kita akan segera bentuk tim pastinya. Untuk pengawasan akan dilakukan secara merata,” singkatnya. (hmd/arp)
Editor : uki-Berau Post