Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Belokan di Depan SOHC Jadi Perhatian

octa-Octa • 2019-03-07 09:38:19

SANGATTA–Keberadaan putaran di depan Rumah Sakit SOHC di Jalan Yos Sudarso III, Sangatta Utara, kerap disorot masyarakat. Namun, kini sudah mengalami perubahan setelah dipasang portal oleh Dinas Perhubungan.

Untuk diketahui, letak penempatannya putaran kendaraan itu berada tepat di depan RS swasta tersebut, dan terlalu dekat dengan tikungan. Sangat rawan terjadi kecelakan lalu lintas.

Edi (38), warga Gang Rezeki Desa Teluk Lingga Sangatta Utara, mengaku kerap melihat kecelakaan lalu lintas di sekitar putaran jalan tersebut. Baik korbannya yang hanya mengalami luka ringan maupun sampai meninggal.

Dia menerangkan, sebelum pembenahan ruas Jalan Yos Sudarso letak putaran sebenarnya berada 100 meter lebih maju dari lokasi sekarang. Juga, ada putaran 300 meter sebelumnya yang kini justru ditutup tanpa alasan yang jelas.

“Padahal, dulu sudah bagus penempatannya. Tapi, sekarang malah berbeda,” katanya.

Senada, Wahyu (36) juga mengeluhkan lokasi putaran jalan di depan RS SOHC tersebut. Sebab, selain rawan kecelakaan, warga yang hendak menuju arah Sangatta Lama terpaksa harus memutar lebih jauh.

“Saya heran, di sekitar Yos Sudarso II, banyak putaran yang dibuat berdekatan. Tapi, di sekitar Yos Sudarso III malah titik putarannya jauh sekali,” akunya.

Karena itu, dia berharap, pemerintah dapat segera mengambil sikap untuk mengkaji ulang penempatan titik putaran di sepanjang Jalan Yos Sudarso. Jangan sampai penempatannya hanya melihat kepentingan pihak tertentu saja.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dishub Kutim Failu mengakui memang terdapat beberapa akses putaran jalan yang tidak sesuai penempatannya. Jadi, pihaknya tengah menyusun kajian untuk membenahi akses tersebut.

“Seperti akses putar balik kendaraan di depan RS SOHC dan Simpang 3 depan Jalan Dayung. Ada pula beberapa akses putar balik jalur jalan yang dianggap terlalu boros. Seperti putaran di depan BRI yang berdekatan dengan putaran jalan di depan RS Ibu Anak Cahaya. Ada juga meminta pembukaan akses jalur putar kendaraan di depan Hotel Amar,” jelasnya.

Kadishub Kutim melalui Sekretaris Teguh Budi Santoso menjelaskan, pihaknya sudah menerapkan sistem buka tutup. Yakni, melalui portal yang efisien. "Sesekali bila ada keperluan ambulans yang mendesak, jalur itu bisa dibuka. Tapi kalau kondisi biasa, jalur ya ditutup," ungkap Teguh. (mon/kri/k8)

Editor : octa-Octa