Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bangun Kesadaran lewat Masyarakat Peduli Api

octa-Octa • 2019-03-27 11:16:16

Luas Tahura Bukit Soeharto yang perlu direhabilitasi tercatat mencapai 48.488 hektare atau 74,76 persen. Pemprov Kaltim melalui UPTD Tahura pun sedang berpikir keras melakukan upaya penyelamatan hutan lindung tersebut. Apa saja yang telah dilakukan?

KALTIM tercatat menjadi salah satu daerah dengan penurunan drastis jumlah hutan dan lahan yang terbakar. Tak melulu harus dengan tindakan operasi inspeksi maupun operasi penangkapan kepada para perusak hutan, namun aksi penyelamatan hutan dan lahan juga bisa dilakukan dengan membangun kepedulian bersama warga.

Penyadaran serta kepedulian warga itu pun berbuah hasil, mereka justru menjadi garda terdepan ketika terjadi kebakaran hutan. Salah satunya dengan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Samboja oleh UPTD Tahura.

Baru satu tahun dibentuk, jumlah titik api di kawasan Tahura Bukit Soeharto menurun. Tentu juga berkat kerja sama instansi lainnya seperti kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala UPTD Tahura Rusmadi melalui Kasi Perlindungan Hutan Ghazali Rahman menjelaskan, saat ini jumlah kader MPA binaan UPTD Tahura mencapai 70 orang. Mereka mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan secara khusus. Pembentukan MPA dimulai sejak dua tahun terakhir sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pada 2015, tercatat jumlah hutan dan lahan yang terbakar di Kaltim mencapai 19.176 hektare. Angka tersebut turun drastis pada 2016 dengan jumlah lahan terbakar menjadi 1.197 hektare. Sedangkan pada 2018 jumlah lahan yang terbakar kembali merosot hingga 278,4 hektare.

“Kita ingin, masyarakat bisa ikut peduli terhadap hutan. Makanya, proses edukasi terus dilakukan secara bertahap. Sampai kini, MPA ini bahkan sangat aktif dalam melakukan pencegahan serta proses pemadaman api secara langsung,” terang Ghazali.

Kepedulian dan keterlibatan masyarakat yang secara sukarela melakukan pengendalian kebakaran hutan ini juga terus menyebar kepada masyarakat lainnya. Jadi, secara tidak langsung, kata Ghazali, masyarakat juga akan semakin sadar tentang keberadaan hutan yang berdampingan dengan masyarakat setempat.

Sosialisasi pencegahan kebakaran hutan pun kembali dilakukan kepada puluhan kader MPA. Dengan dibimbing Asli, instruktur dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK).

Dalam arahannya, Asli menjelaskan, keberadaan MPA menjadi sangat penting, lantaran begitu dekat dengan lokasi hutan. Kepedulian MPA ini juga diyakini menjadi efektif mencegah kerusakan hutan yang diakibatkan kebakaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Kecamatan Samboja Abdul Waris Wahid. Kegiatan berlangsung di aula serbaguna Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Senin (25/3). (***/qi/kri/k8/bersambung)

Editor : octa-Octa