Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tak Segan Tembak Pengedar di Pasar Segiri

izak-Indra Zakaria • 2019-08-29 23:52:10

SAMARINDA-Peredaran narkoba di Pasar Segiri, Samarinda bikin geram Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto. Orang nomor satu di lingkungan kepolisian sudah mendengar praktik terlarang tersebut.

Di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Samarinda dan Kaltim saat peresmian Posko Segiri Bersinar (28/8), dia menyebut kerap ditanya awak media terkait aktivitas peredaran narkoba di salah satu pasar terbesar di Kota Tepian tersebut. “Saya ditanya terus sama wartawan. Bayangkan, selama 11 tahun terdapat penindakan tapi masih terus ada (peredaran narkoba),” ucapnya.

Karena peredaran narkoba kerap terjadi di Pasar Segiri, pemerintah, polisi, dan TNI, mengambil inisiatif. Pasar Segiri dijadikan pilot project tim gabungan bernama Segiri Bersinar.

Dia pun menyambut baik inisiasi Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang tentang pemberantasan narkoba di Pasar Segiri. “Tentu tujuan yang sangat mulia, memerangi narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah narkoba begitu kompleks. Sasarannya bukan sekadar batasan usia dewasa. Segala macam profesi pun sudah pernah terlibat. “Polisi, terbukti langsung pecat. Begitu juga TNI. Bahkan belum lama ini, lurah dan staf di Pemkot Samarinda ditindak BNN (Badan Narkotika Nasional),” sambungnya.

Dia mengatakan, menangani permasalahan narkoba tidak mudah. “Kami punya kewenangan, punya personel, dan punya anggaran. Seharusnya ‘kan enggak kalah sama mereka (pengedar narkoba),” lanjut jenderal bintang dua itu. Namun yang perlu disadari khususnya bagi masyarakat, tidak apatis jika mengetahui praktik terselubung itu terus terjadi. “Laporkan segera ke kami. Sekarang sudah enak kok, ada pos gabungan juga yang mengawasi,” ungkapnya.

Dia memerintahkan Kapolresta Samarinda Kombes Vendra Riviyanto untuk menindak siapa pun pihak-pihak yang melindungi para pengedar. “Tahu ‘kan orangnya mereka (pengedar) siapa saja. Tangkap!” perintahnya. Vendra pun menyambut. “Siap jenderal,” tegas perwira melati tiga itu.

“Kalau perlu, pampang foto-foto DPO (daftar pencarian orang) itu besar-besar. Biar masyarakat tahu siapa orang itu,” jelas Priyo. Mantan Kapolda Jambi itu menyebut, sebelumnya, transaksi narkoba di Pasar Segiri seperti jual kacang. Mudah diperoleh. “Sekarang tidak boleh lagi, ayo kembalikan fungsi pasar sedia kala,” pesannya.

Dia menyebut, penempatan petugas gabungan bakal ditempatkan selama 24 jam nonstop. “Tembak jika ada yang melawan, kan polisi sudah dipersenjatai. Namun tetap dengan standar operasional prosedur (SOP),” ungkapnya.

Secara terang-terangan, suami Yemmy Triana Widyanto itu menyebut, pasti ada kaki tangan para pengedar yang datang ke Pasar Segiri. Dia tetap tegas. Siapa saja yang menghalangi kegiatan penindakan, untuk ditembak. Namun jangan sampai, ketika Pasar Segiri dijadikan pilot project, para pengedar malah bermigrasi ke daerah lain. Sebab di pasar itu ruang gerak pengedar dipersempit.

Menyinggung soal geografis Kaltim yang dekat dengan negeri jiran, memang mudah disusupi peredaran barang haram. “Kami didukung personel dan anggaran, enggak sulit pasti,” jelasnya.

Data diterimanya pada Agustus 2019, sudah 19 kasus narkoba ditangani kepolisian khusus di Pasar Segiri. Sedangkan se-Kaltim sejak Januari hingga bulan ini, barang bukti sabu-sabu yang berhasil disita sebanyak 33 kilogram. Jumlah yang luar biasa. Menurutnya, sanksi hukuman wajib dijalankan. Jika tidak mempan, sanksi sosial pun dirasa perlu dilakukan.

Dia menyarankan untuk melibatkan anjing pelacak (k-9) dalam pencarian narkoba. “Tempat yang tebal saja bisa ditembus, apalagi hanya papan yang dijadikan loket,” ungkapnya.

Kegiatan itu disokong anggaran dari Pemkot Samarinda. Namun saat ditanya, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang tak begitu ingat dengan besaran anggaran yang digelontorkan untuk Segiri Bersinar. “Saya lupa besarannya, anggarannya masuk di APBD Perubahan Samarinda 2019,” tuturnya. Dia juga tak bisa berandai-andai. “Intinya bisa jalan selama empat bulan ke depan. Untuk tahun selanjutnya dianggarkan lagi per satu tahun,” jelas Jaang. (*/dra/adv/rom/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria