Bambang Iswanto
Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda
LATAR belakang dinding penuh coretan, poster perkalian, dan abjad huruf menjadi pembuktian kesederhanaan seorang pemilik akun YouTube alip_ba_ta. Dinding itu pula yang menjadi saksi lahirnya karya-karya permainan gitarnya yang mendunia.
Itulah gambar rumah kontrakan pemain gitar fenomenal Alief Gustakhiyat. Penampilannya saat bermain gitar seiring dengan suasana rumahnya yang sangat sederhana. Tampil di video selalu mengenakan pakaian kaus sederhana terkesan murahan, celana santai rumahan sebawah lutut, dan kadang mengenakan topi.
Peralatan perekam video dan suara juga terlihat bukan peralatan high class. Barang-barang murah semua, termasuk beberapa gitar yang sering digunakannya. Paling tidak, itulah penilaian orang yang bertandang ke akunnya.
Namun, jangan tanyakan bagaimana hasil karya aransemen musik yang dihasilkannya. Tampilan berbanding 180 derajat dengan karyanya. Tampilan boleh sederhana, tapi karyanya mewah. Bagi orang yang suka mendengar musik, terlebih yang mengerti bagaimana musik dimainkan, hampir semuanya memuji karya yang dihasilkan dari seorang Alief yang sering dipanggil Bang Alip.
“Kesaktian” permainan gitarnya bisa dibuktikan dari pengakuan para musisi. Dari musisi lokal sampai dunia. Dewa Budjana, Ian Kasela, dan Adie MS adalah deretan nama dari sebagian musisi Indonesia yang kagum dengan keahlian Alip memainkan gitar.
Dari luar Indonesia, nama-nama besar dari dunia permusikan seperti Brian May, gitaris grup legendaris Queen, terpesona dengan cover gitar lagu “Bohemian Rhapsody” yang pernah digarapnya.
Brian May seakan tidak percaya kalau lagu itu dimainkan dengan apik oleh seorang operator forklift. Lagu terkenal Queen lainnya Love of My Life diunggah di laman resmi Facebook Queen. Padahal, tidak sembarang musisi karyanya bisa dimasukkan ke laman itu. Hanya karya-karya hebat yang bisa nangkring di sana.
Musisi besar lain seperti Brian Elwin Haner, Jr yang lebih dikenal dengan Synyster Gates, gitaris band terkenal Avenged Sevenfold juga tidak malu mengakui kehebatan Alip di instastory-nya. Ditambah lagi dengan sesama fingerstyle gitar dari luar yang sudah terkenal duluan seperti Igor dan Alexandr Misko juga kedapatan beberapa kali memuji karya-karya Alip.
Orang-orang di atas tidak termasuk musisi dalam dan luar negeri yang rajin me-reacting (memberi tanggapan dan penilaian) melalui video seperti akun Ellis Lamar Music, Cyber Manor, Citizen Shane, Evilcorkin Reacts, Magic Lunch Box, Nephi Acaling, Swaylex, Andre Navacinsk, dan ratusan penanggap video lain.
Belum lagi ribuan bahkan puluhan ribu like dan komentar setiap karya Alip keluar. Dan anehnya, hampir semua komentar bernada positif mengapresiasi karya Alip. Hampir tidak ada komentar yang negatif.
MANUSIA TAWADUK
Selama beberapa hari mengamati video dan komentar-komentar yang muncul, saya memiliki kesimpulan bahwa hampir seluruh orang yang sudah menyaksikan video Alip akan menyukainya. Bukan semata faktor keahliannya memainkan gitar. Lebih dari itu, mereka suka kesederhanaan yang ditunjukkan Alip.
Banyak orang yang memiliki keahlian bergitar lebih dari Alip. Namun, eksistensinya di jagad maya tidak sementereng Alip. Belum genap tiga tahun keberadaannya di linimasa video terpopuler YouTube, Alip sudah berhasil “menaklukkan” lebih dari 2,66 juta hati pemirsanya untuk men-subscribe kanal akunnya. Dan yang luar biasa, jutaan subscriber diperoleh dalam kurun waktu relatif singkat tanpa pernah meminta seperti yang lazim dilakukan youtuber lain.
Sosok Alip selalu tampil bersahaja dan sangat jarang berbicara. Tanpa kata pembuka, biasanya Alip langsung memainkan jari-jari saktinya di atas gitar dengan menggabungkan beberapa teknik yang tidak lazim.
Teknik taping, pull off, hammer, harmonik, bahkan membetot senar di kepala gitar digabung menjadi nada indah. Gaya flamenco dan blues serta klasik yang dianggap sulit di kalangan musikus, terlihat kelihatan gampang dimainkan oleh Alip yang kadang memainkan sambil menutup mata.
Hampir semua jenis genre musik dimainkan. Pop, rock, dangdut, keroncong, sampai musik klasik dimainkan. Lagu yang populer jadi makin indah dan lagu biasa yang sederhana menjadi terdengar enak didengar seperti lagu Nina Bobo, soundtrack Doraemon, dan Super Mario.
Jika saya diberi wewenang memberi penghargaan kepada orang yang berjasa mengharumkan nama Indonesia di dunia seperti tradisi negara sebelum 17 agustusan, saya akan memilih Alip. Indikatornya jelas. Alip membuat Indonesia dikenal dunia luar melalui karyanya.
Alip juga membuat dunia luar tertarik mengamati lagu-lagu asli Indonesia yang dimainkan Alip melalui gitarnya. Mereka mengamati lagu-lagu yang sebelumnya tak pernah didengar oleh mereka seperti Bengawan Solo, Lingsir Wengi, Apuse, Kidung Wahyu Kolosebo, Ibu Pertiwi, dan Indonesia Pusaka. Bahkan sebagian dari mereka mencari tahu lirik lagu dan mencoba menyanyikan dengan lidah yang terdengar kaku.
Alip memberikan pelajaran kepada siapa pun bahwa tidak perlu tampil mahal, apalagi memaksa diri untuk bisa menjadi terhormat. Apa adanya dengan kualitas diri yang mumpuni akan mampu mengantarkan orang kepada derajat mulia.
Seakan Alip menyentil orang yang suka pansos, memaksakan diri tampil kaya padahal pas-pasan. Terlihat sempurna padahal serba-kekurangan. Di sisi lain, Alip tidak pernah merasa dirinya hebat meski hujan pujian. Terlihat dari komentarnya sendiri yang selalu rendah hati.
Alip mempraktikkan ajaran tawaduk. Selalu merasa rendah hati di hadapan manusia dan rendah diri di hadapan Tuhan. Sebuah ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah. Manusia sederhana tetapi makhluk paling mulia di alam semesta.
Kesederhanaan pola hidup yang membuat seorang Umar bin Khattab menangis, karena melihat penguasa besar hanya memiliki rumah kecil sangat sederhana dan memiliki perabotan murahan serta tidur di atas tembikar keras. Semoga kita mampu meneladani Rasulullah dan mencontoh spirit Alip dalam menjalani hidup. Amin. (rom/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria