Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gubernur Evaluasi Kaltim Steril, Akhir Pekan Mal Berpeluang Kembali Dibuka

izak-Indra Zakaria • 2021-02-11 13:57:10
Setiap akhir pekan, sebelum pelaksanaan Kaltim Steril, mal di Samarinda cenderung ramai.
Setiap akhir pekan, sebelum pelaksanaan Kaltim Steril, mal di Samarinda cenderung ramai.

Angin segar bagi pusat perbelanjaan dan pertokoan di Kaltim. Gubernur Kaltim Isran Noor tengah menjajaki peluang melonggarkan mereka. Dengan begitu, Sabtu-Minggu mal kembali dibuka.

 

BALIKPAPAN-Pusat perbelanjaan dan pertokoan di Balikpapan dimungkinkan dibuka kembali akhir pekan ini. Pasalnya, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro tengah dikaji segera diterapkan. Sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Kebijakan baru tersebut dituangkan dalam Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penerapan PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan dalam Rangka Pengendalian Covid-19.

PPKM berbasis mikro merupakan kegiatan pembatasan terhadap lingkungan terkecil, sampai tingkat RT. Dalam pembatasan tersebut, mengatur pembagian kriteria zonasi pengendalian wilayah penyebaran Covid-19 di tingkat RT. Dengan zona hijau, zona kuning, zona oranye, hingga zona merah.

Berbeda dengan Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengendalian, Pencegahan, dan Penanganan Wabah Pandemi Covid-19 di Kaltim. Poin penting kegiatan pembatasan tersebut adalah meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah setiap Sabtu dan Minggu. Terhitung sejak 6 Februari 2021 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Mengenai kelanjutan instruksi gubernur tentang Kaltim Steril itu tengah dievaluasi. “Bisa jadi (lanjut), bisa enggak. Kami evaluasi terus. Pandangan masyarakat, pelaksanaannya, dan kepatuhannya. Tapi tidak bisa sekarang. Dua atau tiga hari lagi, baru ada keputusan,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor setelah menghadiri Upacara HUT ke-124 Balikpapan di Balai Kota Balikpapan kemarin (10/2).

Ketua DPD NasDem Kaltim itu mengklaim dengan adanya Kaltim Steril selama dua hari pada akhir pekan lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kaltim mengalami penurunan. Masyarakat jauh lebih banyak yang setuju dan mematuhi kebijakan pembatasan kegiatan pada Sabtu-Minggu.

Walau banyak yang protes dan menyampaikan saran terhadap kebijakan Kaltim Steril tersebut. “Saya sempat keliling di Balikpapan dan Samarinda. Pada dua hari itu sepi. Tidak ada kegiatan. Dan tiga kali berturut-turut angkanya (positif Covid-19) turun. Setelah tidak lagi bersemedi, naik lagi,” bebernya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku sudah berkoordinasi dengan Isran Noor, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Heri Wiranto, dan Kapolda Kaltim Irjen Herry Rudolf Nahak.

Setelah koordinasi itu, kemungkinan kebijakan PPKM yang akan diterapkan di Balikpapan akan mengarah pada pelaksanaan PPKM berbasis mikro. Sesuai Instruksi Mendagri 3/2021. “Mungkin satu atau dua hari ini, kami putuskan. Sepertinya kami ke PPKM mikro. Kalau dilihat tadi, Pak Gubernur menyerahkan ke daerah,” katanya diwawancarai terpisah.

Wali kota Balikpapan dua periode itu menerangkan, kebijakan PPKM yang sebelumnya diterapkan menyeluruh pada tingkat kota. Namun, berdasarkan instruksi presiden yang dituangkan dalam instruksi mendagri, PPKM mikro akan ditekankan pada lingkungan yang lebih kecil. Seperti RT yang ada di kelurahan dan desa.

“Lalu di situlah, dilakukan pembatasan yang maksimal. Nanti kami lihat datanya. Adakah daerah yang masuk zona hijau, zona kuning, zona oranye, hingga zona merah,” ungkap pria berkacamata itu.

Dia menegaskan, kebijakan pembatasan kegiatan pada akhir pekan seperti Instruksi Gubernur Kaltim 1/2021 tengah dievaluasi. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan kemungkinan membolehkan pasar dan pertokoan beroperasi lagi pada Sabtu dan Minggu.

“Makanya ini masih dievaluasi dengan PPKM mikro atau masih sejalan dengan instruksi gubernur. Kan gubernur sendiri akan mengevaluasi. Kalau nanti masuk PPKM mikro murni, pembatasan Sabtu-Minggu sudah ditiadakan. Tapi kalau kami mix, pembatasan mungkin masih dilakukan skala kota,” papar Rizal.

Rizal menyebut, kebijakan PPKM yang akan diterapkan pada akhir pekan ini kemungkinkan akan mengombinasikan PPKM berbasis mikro dengan PPKM kota yang sebelumnya diterapkan di Balikpapan.

“Cuma memang di situ (PPKM berbasis mikro) tidak ada pembatasan pada Sabtu dan Minggu. Yang ada hanya pembatasan jam dan pembatasan operasional. Kemudian ada pengecualian pada sektor esensial,” terangnya.

Pembatasan kegiatan pada akhir pekan melalui kebijakan Kaltim Steril tersebut juga berdampak pada operasional pusat perbelanjaan atau mal di Kaltim. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim merasa keberatan jika mal kembali diminta tutup pada Sabtu dan Minggu. “Kami mohon mal jangan tutup pada weekend,” kata Ketua APPBI Kaltim Aries Adriyanto kepada Kaltim Post, Rabu (10/2). 

Pihaknya beralasan dengan penerapan kebijakan untuk menutup mal pada akhir pekan lalu berdampak pada kerugian yang cukup besar bagi pusat perbelanjaan. Bahkan disebut, transaksi yang hilang per harinya mencapai Rp 250 juta. Sebab, pada akhir pekan menjadi momentum bagi mal mendapatkan tingkat kunjungan yang tinggi. “Dan kesempatan untuk tenant-tenant bisa mendapatkan omzet yang lebih baik dibandingkan hari-hari biasa (weekdays),” ungkap GM Plaza Balikpapan itu. 

Aries menerangkan, pada Februari 2021, tingkat kunjungan dan omzet dari penyewa di mal semakin menurun drastis dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga pengelola pusat perbelanjaan yang tergabung dalam APPBI Kaltim sangat berharap akhir pekan ini, pusat perbelanjaan atau mal bisa beroperasional kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Yakni mewajibkan pengunjung mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, membatasi jumlah kapasitas pengunjung, dan menjaga kondisi mal tetap bersih dan steril. “Ini sebagai upaya, agar mal dan tenant dapat tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit ini,” terang dia. 

Untuk menyampaikan usulan agar mal tetap buka pada akhir pekan, APPBI Kaltim akan menyampaikan surat kepada wali kota Balikpapan. “Banyak diskusi sama pengelola mal yang lain. Rencananya besok (hari ini), kami ajukan surat ke wali kota,” pungkas dia. (kip/rom/k16)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #corona