BALIKPAPAN–Upaya mengurangi beban pelayanan di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Balikpapan terus dilakukan. Selain memperluas cakupan vaksinasi, penambahan kamar isolasi dikebut. Jumat (9/7), sebanyak 359 ranjang perawatan disiapkan mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi positif beberapa hari ke depan.
Setelah mengonversi ruangan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dan RSUD Beriman, Pemkot Balikpapan mendapat 33 ranjang baru yang siap pakai. Kodam VI Mulawarman juga mengerahkan Asrama Depo Pendidikan dan Kejuruan (Dodikjur) di Jalan Mulawarman, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur. Sebanyak 300 ranjang disiapkan. Disusul penambahan kamar dari Wisma Atlet Lapangan Tenis Balikpapan sejumlah 26 ranjang.
Tempat tidur darurat ini akan difungsikan untuk merawat pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto menuturkan, penggunaan barak tentara ini mengacu kurva kasus Covid-19 di Balikpapan yang terus meningkat. Dia melanjutkan, Kaltim masuk wilayah di luar Pulau Jawa yang tingkat penyebarannya Covid-19 cukup tinggi. Sementara itu, Kota Balikpapan masuk dalam 34 kabupaten/kota dengan angka kasus positif yang cukup tinggi pula.
“Karena itu, saya mendorong kepada pemerintah daerah dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu penanganan bencana ini. Kalau tidak bersatu padu, tentu akan sulit bagi kita. Untuk segera menurunkan angka atau penyebaran ini,” pesannya. Pria yang sebelumnya menjabat Asisten Personel (Aspers) KASAD ini mengajak seluruh unsur forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), baik di provinsi maupun kabupaten/kota di Kaltim, untuk fokus menangani peningkatan kasus Covid-19 ini.
Khususnya di Balikpapan, Berau, Bontang, Kukar, dan Samarinda. Lanjut dia, bed occupancy ratio (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit, khususnya di Balikpapan lebih dari 90 persen. Sehingga, orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 dan tidak mengalami kondisi yang parah, disarankan untuk menjalani isolasi mandiri (isoman). Pemerintah akan memberi pasokan obat-obatan untuk penyembuhan. “Jadi tidak semua orang harus ke rumah sakit. Itu yang harus kita lakukan,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menambahkan, langkah antisipasi yang perlu dilakukan jika kasus terus meningkat adalah penyiapan tempat tidur. Menurut dia, Pemkot Balikpapan dan Kodam Mulawarman sudah menyiapkan langkah yang sangat baik. Akan tetapi, penyediaan tempat tidur itu perlu memerhatikan ketersediaan tenaga kesehatannya. Karena itu, perlu merekrut lebih banyak tenaga kesehatan yang akan didiskusikan lebih dalam.
“Mudah-mudahan dari sekolah perawat. Bisa dimanfaatkan sebagai tenaga kesehatan yang sudah mau lulus. Untuk membantu penanganan kesehatan ini,” usulnya. Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, saat ini daya tampung ruang ICU khusus Covid-19 sudah tidak mencukupi lagi. Sehingga pasien dengan gejala berat yang memerlukan perawatan harus dirawat di ruang isolasi atau IGD. “Rumah sakit dipastikan tidak akan menolak pasien Covid-19, jika kondisinya berat,” tegas dia.
Dokter yang akrab disapa Dio ini melanjutkan, IGD RSUD Beriman yang tutup selama tiga hari, dipastikan akan buka lagi pada hari ini (10/6), dengan tambahan 20 tempat tidur. “Mohon dipahami, Covid-19 ini penyakit menular. Jadi, bagaimana proses penularan ini yang harus kita tekan. Karena sebagaimana pun rumah sakit memperluas daya tampung, penularannya tetap lebih cepat,” pungkasnya. (kip/riz/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria