SEPAKU-Pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi di PPU terus berprogres. Diharapkan keberadaan bendungan itu bisa memenuhi keperluan air bersih di ibu kota negara (IKN) Nusantara di Sepaku dan kota penyangga di Balikpapan.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV yang bertanggung jawab membangun Bendungan Sepaku-Semoi menargetkan penyelesaian pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.
Kepala BWS Kalimantan IV Harya Muldianto menjelaskan, pihaknya optimistis pembangunan fisik bendungan bakal selesai sebelum Desember 2023. Di mana sesuai kontrak, Bendungan Sepaku-Semoi seharusnya rampung pada 31 Desember 2023. “Tapi, kami optimistis pertengahan 2023 sudah bisa selesai, bahkan bisa saja lebih cepat,” kata Harya.
Saat ini, BWS Kalimantan IV tengah melakukan pekerjaan pembangunan fisik bendungan. Dari pengamatan Kaltim Post di lokasi akhir pekan lalu, sudah berdiri sebagian beton dinding. Alat berat juga tampak menggali bukit-bukit sebagai tampungan air.
Dari keterangan Harya, pihaknya sedang menyelesaikan bangunan pelimpah, bangunan pengelak, dan cover dam. Pekerja juga sedang mengerjakan fondasi untuk tugu bendungan. “Saat ini, progres fisik sudah 32 persen. Sementara serapan anggaran sampai awal tahun ini 26 persen dari kontrak Rp 544 miliar,” ujarnya.
Diketahui, Bendungan Sepaku-Semoi akan menjadi sumber air untuk keperluan IKN Nusantara dan Balikpapan. Di mana hingga kini diklaimnya belum ditemukan kendala berarti dalam proses pembangunan bendungan yang mampu menampung 10 juta metrik kubik air itu. Namun, cuaca yang kerap berubah, membuat pekerja mesti beradaptasi dengan cepat. “Kalau kondisi hujan pekerjaan kami hentikan. Tapi, kalau kondisi cerah pekerjaan langsung dikebut lagi,” tuturnya.
Disinggung soal pembebasan lahan masyarakat, Harya menyebut pihaknya membagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, pembebasan lahan seluas 90 hektare sudah tuntas dan kini menjadi area pengerjaan bendungan. Sementara untuk tahap kedua, dengan target 140 hektare lahan saat ini sedang berproses. Tahap ketiga, ditargetkan bisa selesai akhir tahun mendatang.
Sementara itu, Camat Sepaku Risman Abdul mengatakan, terkait infrastruktur, salah satunya yang masih berprogres adalah pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi di Desa Tengin Baru. Pembangunan bendungan yang digarap sejak 2020 itu terus berprogres. Proyek tersebut dikerjakan kerja sama operasional (KSO) PT Brantas Abipraya, PT SACNA, dan PT BRP.
Nanti, bendungan itu memiliki debit air baku 2.500 liter per detik. Dengan volume total 10,06 juta kubik dan luas genangan sekitar 280 hektare. Kontrak pembangunannya bakal berakhir pada 2023. “Jadi, sudah dibangun sebelum pengesahan RUU IKN,” kata Risman.
Selain itu, dipersiapkan pembangunan intake Sungai Sepaku. Tujuannya, memenuhi keperluan sumber air selama pembangunan IKN Nusantara.
Intake Sungai Sepaku seluas 15 hektare di Kelurahan Sepaku hingga Desa Bukit Raya dan Desa Sukaraja. Saat ini, tahap pengadaan tanah masih berlangsung selama setahun. Dan, direncanakan mulai dibangun tahun ini. Intake tersebut akan memiliki debit air baku 1.000 liter per detik.
Proyek itu direncanakan menjadi salah satu sumber air baku untuk memenuhi keperluan masyarakat di calon IKN baru dan sekitarnya. “Masih pembayaran ganti rugi lahan,” jelas dia.
Yang juga dibangun tahun ini adalah jalan lingkar IKN yang direncanakan berada di sekitar Istana Negara di Desa Bumi Harapan. Jalan itu bakal memiliki panjang sekitar 4 kilometer dengan lebar badan jalan yang mencapai 90 meter. “Lokasinya di dalam konsesi PT IHM (ITCI Hutani Manunggal). Sekitar 700 meter dari portal (pintu masuk) PT IHM,” jelasnya. (rom/k15)
M RIDHUAN
mad.dhuan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria