Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Warga Beijing Rayakan Imlek dengan Pengawasan Ketat

izak-Indra Zakaria • 2022-02-02 13:15:59
Photo
Photo

BEIJING – Pandemi kembali menghancurkan harapan penduduk Tiongkok untuk bisa merayakan Imlek. Ini adalah tahun ketiga Imlek tidak bisa berjalan normal. Negeri Panda itu masih menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19. Lockdown lokal terjadi di berbagai titik. Kebijakan paling ketat diterapkan di Beijing yang menjadi lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin.

Imlek di Tiongkok biasanya merupakan migrasi manusia terbesar di dunia. Sebelum pandemi, sebanyak 3 miliar warga melakukan perjalanan di berbagai wilayah Tiongkok. Kementerian Transportasi Tiongkok memperkirakan tahun ini hanya ada 1,18 miliar orang yang melakukan perjalanan. Itu sudah lebih tinggi dibandingkan dua tahun momen pandemi sebelumnya.

Meski jumlah penduduk yang melakukan perjalanan kurang dari separo jika dibanding prapandemi, tetap saja muncul ketakutan bakal terjadi persebaran masif atau super spreader. Pemerintah mengawasi penduduk dengan ketat. Ada aplikasi kesehatan di telepon genggam tiap-tiap penduduk. Mereka yang boleh bepergian hanya pemilik kode hijau. Aplikasi ini harus ditunjukkan sebelum naik angkutan umum maupun saat melewati titik-titik tertentu di jalan raya.

Mereka yang memiliki kode hijau tapi wilayahnya dikuntara terpaksa tidak pergi. Pekerja migran yang merasa paling terdampak. Mereka bekerja sepanjang tahun di kota dan berharap bisa pulang ke kampung halaman ketika Imlek. Harapan itu kembali pupus.

’’Apakah salah bagi pekerja migran yang telah bekerja siang dan malam serta jauh dari rumah untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul kembali dengan keluarga di hari libur tahunannya yang hanya beberapa hari?’’ tulis salah satu pengguna Weibo seperti dikutip BBC.

Kabar baiknya, tahun ini untuk kali pertama saat Imlek udara di Beijing memecahkan rekor terbersih. Pemerintah menguji kebersihan udara sejak 9 tahun lalu. Menjelang Olimpiade, ada larangan membakar kembang api. Inilah yang berkontribusi pada bersihnya udara di ibu kota Tiongkok tersebut. (sha/c17/bay)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara