Perusahaan Lego Denmark mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk membantu mengurangi emisi karbon dengan menggunakan botol daur ulang untuk mainan mereka, pada Senin (25/9).
Pada tahun 2021 mereka mengumumkan bahwa prototipe blok PET telah menjadi alternatif daur ulang pertama yang memenuhi kualitas kemanan mainan.
Perusahaan mainan tersebut mengatakan para ilmuwan dan insinyur telah menguji lebih dari 250 variasi bahan PET, serta ratusan formulasi plastik lainnya sebelum membuat prototipe yang dibuat dengan plastik dari pemasok Amerika Serikat yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa.
Dilansir dari CBS News, Rabu (27/9), satu liter botol plastik PET rata-rata menghasilkan bahan baku yang cukup untuk sepuluh blok Lego berukuran 2x4.
Meski ada kemungkinan bahwa prototipe PET gagal menghemat emisi karbon, Lego mengatakan pihaknya tetap berkomitmen penuh untuk membuat blok Lego dari bahan ramah lingkungan pada tahun 2032.
Lego Group yang membuat blok dari plastik berbahan dasar minyak mengatakan bahwa pihaknya telah menginvestasikan lebih dari 1,2 miliar dolar untuk inisiatif berkelanjutan sebagai upaya transisi ke bahan yang lebih berkelanjutan dan mengurangi emisi karbon sebesar 37 persen pada tahun 2032 mendatang.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka saat ini sedang menguji dan mengembangkan blok Lego yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan termasuk plastik daur ulang dan plastik yang terbuat dari e-metanol.
Lego mengatakan akan terus menggunakan bio-polypropylene varian polietilen yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk bagian-bagian set Lego seperti dedaunan, pohon, dan aksesoris lainnya.
“Kamu percaya bahwa dalam jangka panjang hal ini akan mendorong peningkatan produksi bahan mentah yang lebih ramah lingkungan, seperti minyak daur ulang, dan membantu mendukung transisi menuju ramah lingkungan,” kata pihak Lego.
***
Editor : izak-Indra Zakaria