Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Intip Kisah Kepunahan Burung Dodo yang Kini Tengah Direncanakan akan Dihidupkan Kembali, Apakah akan Berhasil?

izak-Indra Zakaria • 2023-12-02 21:03:18
Ilustrasi burung dodo. /sumber: A-Z Animals
Ilustrasi burung dodo. /sumber: A-Z Animals

Dodo (Raphus cucullatus) adalah hewan endemik Mauritius, sebuah pulau di Samudera Hindia, yang terletak hanya 500 mil sebelah timur Madagascar. Burung dodo ditemukan oleh penjelajah Belanda pada tahun 1598, penampakan hewan ini terakhir kali terlihat pada tahun 1662 oleh Volkert Evertz, seorang pelaut Belanda yang terdampar di pulau Mauritius. 

Meskipun kini dodo hanya tersisa dalam catatan sejarah. Hewan ini memberikan pemahaman mendalam, tentang kerentanan spesies dan dampak aktivitas manusia terhadap keanekaragaman hayati. Dikutip dari Colossal Biosciences, merupakan sebuah perusahaan rekayasa genetika, yang bekerja sama dengan Mauritius Wildlife Foundation dan Grup Avian Genomics, untuk merencanakan penghidupan kembali burung dodo.  

Tujuan proyek ini, tidak hanya mengembalikan hidup dodo yang telah lama punah, tetapi juga memulihkan habitat aslinya. Mereka akan menggunakan genom referensi, dari sel germinal primordial merpati Nicobar yang merupakan kerabat dekat dodo. Dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), misi penghidupan ini dipimpin oleh dr. Beth Shapiro, anggota Dewan Penasehat Ilmiah Colossal dan ilmuwan pertama yang mengurutkan genom dodo.

Tim Colossal saat ini tengah berusaha membuat genom referensi, dengan menggunakan DNA dari tengkorak dodo yang ditemukan di Museum Sejarah Alam Denmark.

Cepatnya kepunahan burung dodo ini, sempat menimbulkan berbagai pertanyaan, bagaimana dan mengapa hilang dari muka bumi begitu cepat. Dilansir dari A-Z Animals, berikut beberapa faktornya yang menyebabkan punyahnya burung Dodo kurang dari 100 tahun.

1. Perburuan

Fakta dari hewan ini adalah, mereka hanya mempunyai sayap kecil yang tidak bisa digunakan untuk terbang, melainkan hanya untuk menjaga keseimbangan saat berjalan. Selain itu, karena dodo belum pernah mendapat ancaman. Sehingga kedatangan predator, membuat hewan ini tidak tahu bagaimana cara  melindungi diri. Hal tersebutlah yang membuat manusia atau predator dapat dengan mudah menangkapnya.

2. Penggundulan hutan

Banyak penjelajah yang tiba di Mauritius, melakukan penebangan dan menghancurkan hutan tempat tinggal dodo, untuk membuat jalan melintasi pulau.  Ketika pulau itu dihuni oleh banyak orang, dodo secara bertahap akan semakin terdesak ke wilayah yang lebih kecil. 

Hal ini menyebabkan kekurangan makanan, yang berdampak pada timbulnya kompetisi satu sama lain untuk bertahan hidup. Selain itu, karena sarang dodo berada di tanah, otomatis telur-telur dari burung ini bisa terinjak atau bahkan dimakan. Faktor tersebutlah yang diyakini, membuat dodo cepat punah dari muka dunia.

Karena fase perkembangbiakan kerabat merpati ini terbilang sangat lambat, mereka hanya menghasilkan satu telur per tahunnya. Yang berarti, setelah telur tersebut dimusnahkan tidak ada peluang untuk lahirnya anak dodo, sampai betinanya menghasilkan telur baru.

3. Adanya hewan pendatang

Bukan hanya manusia yang datang ke Mauritius, para pelaut juga membawa banyak hewan lainnya, seperti kucing, anjing, babi, bahkan tikus. Masuknya hewan-hewan ini ke habitat dodo, menimbulkan lebih banyak persaingan yang tidak dapat diatasi burung ini. Maka dari itu, dengan adanya misi penghidupan dodo kembali ke dunia dapat memberikan harapan dan pembelajaran, agar manusia tetap menjaga keberlanjutan serta keseimbangan alam di seluruh dunia. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria