Kecamatan Talisayan yang berada di wilayah pesisir selatan Kabupaten Berau bakal menjadi destinasi wisata bahari unggulan di Bumi Batiwakkal. Pasalnya wilayah perairan di kecamatan ini, memiliki potensi yang luar biasa. Keberadaan Hiu Tutul yang sejak lama menghuni wilayah perairan Talisayan semakin terkenal ke tingkat nasional bahkan dunia.
Sehingga wisatawan yang selama ini harus ke Papua untuk melihat Hiu Tutul, kini cukup ke Kabupaten Berau dan sudah dapat melihat atraksi Whale Shark. Populasi hiu tutul di perairan Talisayan ini ternyata cukup banyak, Bahkan dari penelitian yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau beberapa lembaga, baru baru ini jumlah Hiu Tutul Talisayan lebih dari penelitian tahun sebelumnya.
Pada angin selatan sekitar Juli hingga September ini disampaikan merupakan musim bagi nelayan bagan untuk melaut. Dari informasi para nelayan, setiap bagan ada dan setiap itu juga ada kawanan hiu tutul. Bahkan menurut nelayan setempat, keberadaan hiu tutul menandakan ikan tangkapan mereka bakal banyak. Sehingga nelayan setempat menyebutnya dengan ikan nenek.
Seiring dengan kegiatan penelitian keberadaan hiu tutul ini, disampaikan DKP Berau telah beberapa melaksanakan sosialisasi langsung kepada masyarakat, terkait pengelolaan bersama hiu tutul ini. Selain itu DKP juga akan memperbanyak buku panduan tentang interaksi dengan hiu tutul yang tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga untuk panduan bagi wisatawan.
Pasalnya hiu tutul perlu perlakuan khusus, seperti tidak bersentuhan secara langsung maupun pengambilan gambar dengan cahaya. "Panduan ini yang kita buat, sehingga pengelolaan ekosistem dan pengembangan pariwisata berjalan bersama," pungkasnya. (adv/za)