Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ditolak Warga, Pemkot Ngotot Bangun Dermaga Wisata

Wawan-Wawan Lastiawan • Selasa, 5 Desember 2023 - 18:19 WIB
PRO-KONTRA: Rencana Pemkot Samarinda membangun dermaga wisata di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, namun warga yang terdampak menolak.
PRO-KONTRA: Rencana Pemkot Samarinda membangun dermaga wisata di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, namun warga yang terdampak menolak.

Penolakan atas pembangunan dermaga wisata di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, memantik sejumlah warga bereaksi menolak.

 

SAMARINDA–Terutama 70 warga terdampak yang tinggal di RT 07 dan RT 09. Perlunya sosialisasi dan pendekatan ekstra memberikan pengertian kepada warga, terkait urgensi pembangunan dermaga tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Samarinda Dapil II Samarinda Seberang, Palaran, Loa Janan Ilir, Samri Shaputra mengatakan, pembangunan dermaga wisata merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dia mengakui ada beberapa faktor yang membuat warga menolak pembangunan itu. "Masyarakat di sana agak keberatan karena rumah yang ditinggal mereka itu merupakan rumah bersejarah, sehingga mereka tidak mau meninggalkan sejarah itu," ujarnya.

Selain itu, ada pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong yang membuat masyarakat resah. "Warga terpancing seolah-olah direlokasi, namun tidak ada pergantian apa-apa," sambungnya.

Pria yang juga wakil ketua Komisi III DPRD Samarinda itu mendorong pemerintah untuk pendekatan intens dan persuasif. Karena sebelumnya dia mendapat laporan masyarakat bahwa rumah mereka tiba-tiba diukur, tanpa penjelasan jelas. “Katanya belum ada sosialisasi, bahkan belum ada pertemuan, ya ngamuk masyarakat," imbuhnya.

Jika sebelumnya didahului sosialisasi, menyampaikan detail rencana, meminta izin rumah warga di kawasan tersebut untuk didata, demi mengetahui berapa biaya penggantian baru ditawarkan kepada masyarakat. Kalau di kemudian hari masyarakat belum cocok dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan, itu menjadi hak mereka. “Misalnya dengan merelokasi ke tempat lain, mempertahankan dan mempercantik rumah yang jadi tempat bersejarah dan lainnya. Harus cari solusi sampai ke titik temu," terangnya.

Kepada warga bahwa pemerintah tidak menggusur paksa yang terdampak pembangunan dermaga wisata. Tujuan pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah pembangunan itu terlaksana, diharapkan berdampak peningkatan ekonomi. "Tidak ada pembangunan yang menyengsarakan, hanya kadang-kadang informasinya belum tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,"

tegasnya.

Sebelumnya, sosialisasi rencana pembangunan dermaga wisata di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, ditolak sejumlah warga yang rumahnya berpotensi terdampak, Minggu (3/12).

Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan, rencana pemerintah membuka “wajah” Masjid Tua Shiratal Mustaqiem agar bisa dijangkau dari sisi sungai. “Diharapkan menjadi salah satu alternatif akses, mengoneksikan potensi tempat wisata yang ada di kawasan tersebut,” tuturnya.

Dia juga meminta dukungan warga terhadap kegiatan pendataan yang akan dilakukan di kemudian hari. Sebagaimana dinamika di lapangan, akan dilaporkan ke pimpinan untuk memastikan kegiatan atau langkah selanjutnya. “Itu merupakan pertemuan lanjutan, karena sebelumnya sudah diadakan pertemuan serupa, namun warga yang hadir sedikit. Saat ini kami ikut kemauan warga mengadakan sosialisasi di hari libur, dan lokasinya di dekat kediaman mereka di lingkungan Masjid Shiratal Mustaqiem," tutupnya. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan