Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pura-Pura Jadi Perempuan di MiChat, Pria Ini Sudah Tipu 100 Lebih Laki-Laki

izak-Indra Zakaria • 2023-12-07 09:53:30
BANYAK KORBAN: Rendi Agustio (baju tahanan) mengakhiri pertualangannya menjadi penipu lewat MiChat, yang berpura-pura layaknya seorang perempuan.
BANYAK KORBAN: Rendi Agustio (baju tahanan) mengakhiri pertualangannya menjadi penipu lewat MiChat, yang berpura-pura layaknya seorang perempuan.

Merasa mendapatkan uang banyak dengan cara instan lebih mudah, Rendi Agustio semakin piawai memainkan peran. Berperan selayaknya perempuan menjajakan diri lewat aplikasi, MiChat. Dia berhasil menipu banyak orang. Semua korbannya laki-laki.

 

BUKAN sebagai muncikari. Rendi membuat akun MiChat perempuan. Tak sulit untuk mendapatkan foto-foto perempuan berparas ayu di dunia maya. Cara itu memuluskan jalannya menipu banyak orang.

Lewat aplikasi kencan singkat itu, Rendi “menebar jala”. Banyak yang menghubunginya. “Silakan yang pernah jadi korban dia (tersangka), dan semua korbannya pasti laki-laki,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat membeberkan perkara tersebut (5/12) di Halaman Polresta Samarinda. Polisi menyebut akunnya beragam. Namun, akun terakhir yang diketahui adalah Luna.

Perwira berpangkat melati tiga itu membeber, pada Minggu (26/11) lalu, sekitar pukul 14.30 Wita, penipuan secara online terjadi di salah satu penginapan Jalan PM Noor, Kompleks Bumi Sempaja City. “Awalnya pelapor atau korban itu bermain MiChat, kemudian dapat nomor atas nama Anggi. Nah korban dapat nomor WhatsApp-nya. Antara korban dan akun Anggi itu saling komunikasi lewat chat. Padahal ya itu akun abal-abal, ya dia juga,” sebut Ary.

Korban bertanya ihwal tarif kencan singkat ke akun tersebut. “Nah sama akun itu menyuruh menghubungi ‘papinya’. Korban lantas menghubungi si papi yang mengaku atas nama Ali,” sambung kapolres. Korban yang menganggap terlalu bertele-tele memilih untuk membatalkan. Namun, orang yang mengaku sebagai papi itu berdalih untuk mentransfer dulu uangnya karena sudah proses. “Ya istilahnya itu voucher ladiesnya. Korban awalnya menolak, lalu diancam bakal dibunuh, foto disebarluaskan dengan kalimat yang tidak-tidak. Karena ketakutan itu korban memilih mengalah, dan mentransfer sejumlah uang,” imbuhnya.

Nominal yang awalnya Rp 2,1 juta, dibayar dengan dicicil sebanyak empat kali. Tak lama pelaku meminta uang lagi dengan nominal yang sama, Rp 2,1 juta tanpa dicicil. “Belum berhenti sampai di situ, korban masih disuruh transfer lagi dengan dalih uang pembatalan Rp 700 ribu, dan uang sewa Rp 300 ribu. Jadi total transfer Rp 5,2 juta,” bebernya. Merasa dirugikan, korban memilih jalan melaporkan ke Korps Bhayangkara.

Pencarian pelaku dilakukan. “Jadi setelah ditelusuri itu pelaku ke jalur poros, arah Samarinda-Bontang. Ternyata mau kabur ke Kutai Timur,” sebutnya. Di kawasan tersebut polisi meringkus Rendi. Setelah diperiksa, aksi itu ternyata sudah dilakukan pelaku sejak 2020. Pria yang berdomisili di Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, akhirnya kembali merasakan jeruji besi lantaran sebelumnya pernah menjalani kasus penipuan. Selama tiga tahun beraksi, Rendi pun sudah lupa berapa banyak korbannya. “Yang jelas 100 lebih,” tutup Ary. (dra2/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria