Oleh: Myrna Safitri
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara
myrna.safitri@ikn.go.id
RABU (20/12) Presiden Joko Widodo melakukan rangkaian kegiatan penanaman pohon di Ibu Kota Nusantara. Diawali dari area Sumbu Kebangsaan, miniatur hutan hujan tropis, dan lokasi rehabilitasi lahan. Penanaman pohon ini menegaskan kembali pembangunan IKN yang selaras dengan alam. Area hijau akan mendominasi struktur perkotaan. Terhadap kawasan terbuka dan lahan kritis dilakukan reforestasi untuk menjadikan IKN sebagai kota hutan.
Memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru juga bermaksud untuk memulihkan lingkungan dan kejayaan hutan tropis di kawasan ini.
HILANGNYA KEBUDAYAAN HUTAN
Mereka yang lahir dan besar di Kaltim, khususnya generasi X seperti saya, tentu masih menyimpan memori bagaimana hingga tahun 1980-an, Kaltim menjadi lokus penting dari studi hutan tropis dunia. Tak terbilang publikasi yang dihasilkan dari kekayaan hutan tropis Kaltim. Sejalan dengan konversi hutan dengan berbagai tujuan, hilang pula keanekaragaman hayati. Lebih mengenaskan lagi, hilang pula pengetahuan tentang hutan kita. Yang paling terpuruk adalah pengetahuan tradisional yang makin pudar.
Pengetahuan adalah basis penting kebudayaan dan peradaban. Membiarkan pengetahuan hilang akan menjadi ancaman bagi kebudayaan. Karena itu, penting untuk mengingat bahwa hutan bukan sekadar lanskap ekologi, melainkan juga lanskap kebudayaan yang disokong oleh pengetahuan dari para pendukungnya.
MENGEMBALIKAN KEJAYAAN HUTAN KALIMANTAN
Pembangunan kota hutan di IKN melampaui urusan penanaman. Strategi pembangunan kota hutan dalam perincian rencana induk IKN adalah membangun hutan dengan partisipasi masyarakat sekaligus mengakui kearifan lokal. Selain itu tentu saja menjadi keniscayaan untuk menghadirkan basis saintifik yang kuat.
Dengan pemikiran tersebut maka pada Rabu (20/12) lalu, Otorita IKN menggandeng tiga badan usaha dan Universitas Mulawarman membangun miniatur hutan hujan tropis Nusantara. Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon bangkirai dan meninjau fasilitas awal yang disediakan, seperti tempat informasi, rumah galeri, dan persemaian transit. Ke depan area ini akan berfungsi pula menjadi tempat wisata. Undangan yang hadir saat acara mengomentari desain yang unik dan “instragramable”.
Kota hutan di IKN dibangun dengan semangat inklusivitas. Masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan lain-lain dapat bersama-sama memulihkan ekosistem hutan. Dengan ini maka pemulihan lingkungan di IKN menjadi gerakan semua elemen masyarakat.
Miniatur hutan hujan tropis Nusantara menyediakan pula tempat untuk mengembangkan inovasi reforestasi di IKN. Lokasi ini adalah eks areal hutan tanaman industri yang dipenuhi tanaman eukaliptus. Model penanaman monokultur tentu jauh dari kondisi hutan tropis yang sebelumnya ada. Diperlukan upaya khusus untuk mengembalikan strukturnya hingga mendekati hutan lagi. Itulah yang akan dilakukan oleh Universitas Mulawarman dengan kegiatan riset dan kuliah lapang bersama para mahasiswa.
GERAKAN LINGKUNGAN
Miniatur hutan ini adalah sebuah living lab yang inklusif. Kita menyadari diperlukan banyak pemikiran dan teknologi baru. Dengan demikian akan lahir pengetahuan yang solid dan analisis saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung kebijakan lingkungan dan kehutanan di IKN. Tentu dengan basis data yang akurat dan terkini.
Rintisan yang kami lakukan bersama para mitra ini diharapkan terus bergulir. Masih ada ribuan hektare lahan kritis dan terdegradasi di IKN yang memerlukan partisipasi kita untuk memulihkannya. Semua ini tentu demi menghadirkan kembali kejayaan hutan Kaltim. (dwi/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria