Sekretaris Jenderal PBB mengabarkan bahwa skala kematian meningkat karena Serangan udara militer Israel yang menewaskan lebih dari 70 anggota keluarga besar, termasuk seorang veteran pekerja bantuan PBB .
Dilansir dari The Guardian, korban tersebut diantaranya Issam al-Mughrabi yang tewas bersama istrinya, lima anak dan puluhan kerabat lainnya dalam pemboman di dekat Kota Gaza. “Kehilangan Issam dan keluarganya sangat mempengaruhi kita semua,” kata administrator UNDP Achim Steiner.
“PBB serta warga sipil di Gaza bukanlah target, perang ini harus diakhiri, tidak ada lagi keluarga yang harus menanggung rasa sakit serta penderitaan keluarga Issam dan banyak orang lainnya,” tambah Achim Steiner. Pada hari Sabtu, Hamas juga mengklaim bahwa serangan udara militer Israel mungkin telah menewaskan lima sandera.
Abu Ubaida, juru bicara bersenjata Hamas, mengatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan kelompok yang bertanggung jawab menahan warga Israel. Militer Israel tidak segera menanggapi klaim tersebut, namun hal ini dapat menambah tekanan terhadap pemerintah dari beberapa keluarga korban yang ditahan di Gaza, yang menyerukan gencatan senjata untuk memungkinkan pembebasan orang yang mereka cintai.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah bersumpah bahwa perang akan terus berlanjut sampai Hamas hancur.
Ia juga menentang tuntutan internasional yang semakin meningkat untuk melakukan gencatan senjata. Tuntutan itu kini datang bahkan dari sekutu dekat seperti Inggris dan Jerman, yang khawatir dengan korban sipil akibat serangan Israel. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria