Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jembatan Mahakam IV Boleh Dilalui setelah Syukuran, Dilintasi Perdana Malam Jumat

izak-Indra Zakaria • 2020-01-02 11:32:38
Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar akan mulai dibuka untuk kendaraan umum pada Kamis, 2 Januari 2020.
Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar akan mulai dibuka untuk kendaraan umum pada Kamis, 2 Januari 2020.

KARANG ASAM. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar akan mulai dibuka untuk kendaraan umum pada Kamis, 2 Januari 2020.

Namun warga harus menahan sabar sedikit lagi, karena jembatan yang dibangun sejak 7 tahun silam ini baru bisa benar-benar dialalui pada Kamis malam atau malam Jumat. Ya, berdasarkan keterangan yang dihimpun Samarinda Pos, Gubernur Kaltim Isran Noor terlebih dahulu akan menggelar pembacaan doa selamat atau syukuran di atas Jembatan Mahakam. Sesuai jadwal, syukuran digelar usai salat Magrib. Setelah itu, baru kendaraan boleh melintas.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, tak ada alasan khusus mengapa tanggal 2 Januari 2020 dipilih untuk memulai operasional awal jembatan tersebut.

"Pak gubernur sedang di luar kota. Jadi menyesuaikan jadwal beliau," ungkap Hadi. Hadi mengatakan hasil pengujian dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) menyatakan bahwa jembatan ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan bermuatan penumpang dan bus.

"Hasil uji beban sudah memenuhi syarat. Nilainya lebih bagus dari uji beban semua jembatan yang ada," tuturnya.

Untuk tahap awal uji coba mala mini, fungsional secara teknis kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah jenis penumpang termasuk bus dan sepeda motor dengan lebar 2,25 meter. Desain jembatan ini memisahkan jalur roda dua dan mobil atau sejenisnya. Dua jalur di sayap kiri dan kanan digunakan untuk pengendara roda dua. Sedangkan truk belum diperkenankan lewat hingga keluarnya surat laik dari KKJTJ.

"Nanti motor dan mobil ada jalurnya masing masing tidak menjadi satu," tuturnya.

Berdasarkan hasil rapat rekayasa lalu lintas, nantinya kendaraan yang lewat hanya dari arah Samarinda kota menuju Samarinda Seberang.

Untuk sementara, memang hanya kendaraan roda dua dan kendaraan yang beratnya di bawah 8 ton yang boleh melintas di jembatan tersebut. Jadi, nanti sat pembukaan seluruh kendaraan boleh masuk. Apakah itu roda dua atau roda empat.

“Akan tetapi, nanti dibatasi dulu yang boleh melintas itu kendaraan yang beratnya 8 ton ke bawah. Di atas 8 ton tidak boleh melintas," jelas Hadi.

Saat dibuka, lampu tematik juga akan dinyalakan. Sehingga akan mempercantik kondisi jembatan dan bisa menjadi icon baru bagi warga Samarinda. Nyalanya lampu ini pun hanya dimulai dari pukul 18.00 hingga pukul 24.00.

Pembangunan Jembatan Kembar digagas gubernur Awang Faroek Ishak. Mulai dibangun sejak 2012 ditandai dengan pendirian dua tiang utama di tengah Sungai Mahakam. Belakangan proyek ini sempat dirundung banyak masalah. Target penyelesaian terus mengalami pemunduran.

Hingga akhirnya di periode kedua kepemimpinan Awang Faroek (2013/2018) proyek ini dilanjutkan kembali. Awalnya proyek ini diketok dengan menghabiskan anggaran hingga Rp 800 miliar. Proyek dibagi ke dalam tiga segmen. Segmen pertama pembangunan jalan pendekat di Karang Asam. Segmen kedua pembanguna bentang tengah jembatan. Segmen ketiga pembanguna jalan pendekat di Samarinda Seberang. Masing-masing segmen dikerjakan tiga kontraktor berbeda. Dua di antaranya merupakan kontraktor BUMN.

Hingga masa jabatan Awang Faroek berakhir 2018 silam, jembatan ini belum juga rampung. Sebaliknya, terjadi masalah serius karena ada ketidaksinkronan teknis antara segmen proyek. Hal ini seperti yang pernah disampaikan Hadi Mulyadi beberapa waktu lalu. Kata dia, sejak awal pembangunan jembatan yang menghubungkan kota Samarinda dan Samarinda Seberang tersebut memang terdapat perubahan desain dan keterlambatan pemesanan baik alat maupun bahan konstruksi. Sehingga kata Hadi, berdampak sistemik sejak 2 tahun lalu.

Hal itu yang menyebabkan penyelesaian grider tiang penyambung tersendat. Beruntung, persoalan tersebut sudah rampung begitpun dengan persoalan terkait pengamblasan di Samarinda Seberang.

“Pengerjaannya dari awal berefek domino,” kata Hadi kala itu.

Sedianya, jembatan penghubung dirampungkan pada Desember 2018. Namun karena beberapa alasan, pembangunannya molor hingga Maret 2019. Salah satunya karena faktor hujan dan kurangnya suplai bahan baku proyek. Dan akhirnya baru benar-benar bisa dirasakan masyarakat pada 2 Januari 2020 (2/1/2020). (mrf/nha)

Editor : izak-Indra Zakaria