Sebagian warga yang tinggal di Jalan Suroboyo, RT 34, Kelurahan Karang Asam Ilir, meradang. Pasalnya, rumah mereka retak-retak lantaran tanah diduga bergerak akibat lalu-lalang alat berat.
SAMARINDA – Di kawasan itu memang terdapat proyek yang sedang dikerjakan. Jalan yang dilintasi perusahaan merupakan jalan lingkungan yang berbatasan langsung dengan rumah-rumah warga. Getaran akibat lalu-lalang alat berat tersebut disebut-sebut mengakibatkan rumah warga retak.
Bahkan, pagar salah satu rumah warga telah miring. Megawati, warga setempat menyebut, pihak perusahaan pernah ingin memperbaiki. Permasalahan tersebut sempat ditangani Komisi III DPRD Samarinda. Bahkan dari Dinas PUPR Samarinda sudah melakukan perhitungan kerusakan yang timbul tersebut.
"Mereka (perusahaan) bilang siap mengganti tapi ternyata tidak ada realisasi. Bahkan belakangan katanya keretakan bukan karena kegiatan mereka," sesalnya.
Padahal, menurut perempuan berjilbab tersebut, ketika alat berat melewati permukiman, menimbulkan getaran. Disebutkan yang lewat berupa crane dengan bobot lebih dari 15 ton, ekskavator, wales, dan sejumlah truk ready mix yang memiliki tonase di atas 8 ton.
"Terakhir katanya perusahaan mau mengganti Rp 10 juta, tapi kami tolak. Karena nilainya jauh dari apresiasi bangunan yang sudah dilakukan PUPR Samarinda," sesalnya.
Persoalan kerusakan rumah warga di Jalan Suroboyo dibenarkan Ketua RT 34 Rustam. Namun, dia mengaku tidak ikut campur terlalu jauh dengan alasan tidak ingin dianggap berpihak. "Saya kurang tahu kelanjutannya seperti apa. Yang saya tahu hanya tiga rumah saja yang menuntut, sisanya tidak. Saya hanya di tengah-tengah saja, menyampaikan apa yang diinginkan warga ke perusahaan," jelasnya.
Dirinya sudah menjembatani warga dengan pihak perusahaan. Apakah persoalan tersebut sudah selesai? Ia tak tahu. "Lebih baik langsung tanyakan ke kelurahan dan kecamatan, serta pihak terkait lainnya. Karena itu sudah pernah mereka tangani dan sudah beberapa kali pertemuan. Saya tidak tahu apa hasilnya," tutupnya. (kri/k16)
ASEP SAIFI
@asepsaifi
Editor : Indra Zakaria