Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Camat-Lurah Baru, Ada Demosi ke PTUN

Indra Zakaria • Senin, 29 Januari 2024 - 18:48 WIB

 

MUTASI: Pj Bupati PPU Makmur Marbun saat melantik dan mengambil sumpah pegawai eselon III dan IV pada posisi jabatan masing-masing.(ist)
MUTASI: Pj Bupati PPU Makmur Marbun saat melantik dan mengambil sumpah pegawai eselon III dan IV pada posisi jabatan masing-masing.(ist)

Pj Bupati Mutasi dan Lantik 109 Pejabat Eselon III dan IV (sub)

 

PENAJAM-Sebanyak 109 pejabat administrator dan pengawas eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) dimutasi dan dilantik Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun sekira pukul 15.00 Wita, Jumat (26/1).

Di tingkat camat, Makmur Marbun mengganti semua pejabat lama dengan pejabat baru. Begitu pula, ada 14 lurah yang dilantik juga wajah baru semua. Untuk posisi camat, Makmur Marbun menempatkan Gamaliel Abimanyu Arliandito sebagai camat Sepaku, Dahlan sebagai camat Penajam, Ahmad Yani menjadi camat Waru, dan Kansip jadi camat Babulu.

Sementara pejabat camat sebelumnya, Muhammad Nadir, camat Babulu, menempati jabatan sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU. Camat Penajam sebelumnya Kahar Mashud dilantik jadi kepala Bagian Perekonomian Setkab PPU. Camat Waru Firman Usman dilantik menjadi kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Setkab PPU, dan Hendro Susilo, pejabat pelaksana tugas (plt) camat Sepaku dipromosikan menjadi kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab PPU. Adapun Daud yang posisinya digantikan Hendro Susilo dilantik jadi kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU.

Untuk posisi lurah di wilayah Kecamatan Penajam adalah Asis Wanto (lurah Tanjung Tengah), Ommar Mildat (lurah Gersik), Ary Wulandari As (lurah Sei Parit), Agusman (lurah Sesumpu), Muhammad Risal Syauqie (lurah Pantai Lango), Irfat Budi Santoso (lurah Sotek), Heru Susanto (lurah Jenebora), Juliansyah (lurah Riko), Syafaruddin (lurah Penajam), Syaryadi (lurah Nipahnipah), Subondo (lurah Maridan), Azanata Darussalam (lurah Nenang), Andi Sutriani Mulyadi (lurah Gunung Seteleng), Irmayani (lurah Pejala), dan satu lurah di wilayah Kecamatan Waru atas nama Herry Febry dilantik menjadi lurah Waru.

Pelantikan di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU di Jalan Propinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, itu ada tiga pegawai yang didemosi atau penurunan jabatan yang berpengaruh pada gaji dan tunjangan. Mereka adalah Nurlaila, sekretaris Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, didemosi ke posisi baru sebagai kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kemudian, Ahmad Nor, kepala Bagian Ortal Setkab PPU, didemosi menjadi kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, dan Arifin Sani, sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) PPU didemosi menjadi kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Ketiganya ini turun dari eselon 3A ke 3B.

Ahmad Nor dan Arifin Sani kepada media ini, Sabtu (27/1) mengatakan tak dapat menerima sanksi demosi. Mereka merasa didemosi secara tak adil karena tak melalui mekanisme peringatan terlebih dahulu. Selain itu, mereka tak diberi tahu kesalahan yang mereka lakukan. "Kami tak pernah menerima teguran atau peringatan apapun dari atasan kami. Tiba-tiba saja kami didemosi,” kata Ahmad Nor yang didukung oleh Arifin Sani. Keduanya mengatakan, bertekad menggugat hal itu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Samarinda. Adapun Nurlaila mengatakan dapat menerima keputusan pimpinan atas demosi dirinya. “Saya tidak akan ke PTUN,” kata Nurlaila, Minggu (28/1). (far/k16)

 

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id

Editor : Indra Zakaria