Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DTPHP Berau ‘Ngeluh’ ke Kementan, Soal Apa?

izak-Indra Zakaria • Selasa, 23 Januari 2024 - 03:08 WIB
USULKAN PPL: Besarnya potensi pertanian di Berau tidak diiringi jumlah tenaga PPL yang ada.
USULKAN PPL: Besarnya potensi pertanian di Berau tidak diiringi jumlah tenaga PPL yang ada.

TANJUNG REDEB - Sejak tahun lalu, Kabupaten Berau kekurangan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Jumlah 48 PPL saat ini dinilai sangat jauh dari kondisi ideal, untuk mendukung sektor pertanian. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Tindaklanjutnya supaya langsung bersurat ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Penyuluh ini ada seleksi alam, karena ada yang pensiun tapi tidak ada rekrutmen. Jadi kami kekurangan tenaga,” ucapnya, Minggu (21/1). 

Pihaknya telah mengusulkan 106 PPL kepada BKN. Dengan dasar Berau memiliki 100 kampung dan 6 kelurahan yang memiliki potensi di bidang pertanian dan tanaman pangan hortikultura.

Lanjutnya, satu PPL idealnya mendampingi satu kampung. Jika hanya ada 47 PPL tentunya ada yang mendampingi 2-3 kampung sekaligus. Tak jarang banyak penyuluh yang mengaku kesulitan mendampingi beberapa kampung sekaligus. 

“Harusnya jumlah PPL juga ada 100 orang. Tapi ini banyak yang double. Banyak penyuluh mengeluh kewalahan mendampingi kampung,” ungkapnya.  

Apalagi, selain sektor pertanian, para penyuluh juga mendampingi masyarakat di bidang perkebunan dan pangan. Pun, tahun ini bakal ada tiga orang PPL yang pensiun di waktu yang berbeda. 

Kendati begitu, diharapkannya para PPL di Berau tetap bekerja sepenuh hati meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai terobosan inovasi. Tidak hanya sekedar melaksanakan tugas penyuluhan di lapangan. 

Dibeberkannya, tahun lalu ada penambahan PPL dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak dua orang. Sayangnya itu masih kurang jauh jika dibanding kebutuhan tenaga yang cukup banyak. 

Ditambahkan Koordinator Kelompok Penyuluh Pertanian DTPHP Berau, Supriyanto, selama ini kekurangan tenaga PPL memang belum ada solusi. Penempatan PPL saat ini berdasarkan potensi wilayah. Mereka dimaksimalkan untuk mendampingi kampung yang memang potensial di sektor pertanian. 

Seperti PPL di Kecamatan Batu Putih merangkap untuk melakukan pendampingan di Bidukbiduk yang tidak memiliki PPL. Lantaran dianggap kurang potensial di sektor pertanian. Penyuluh di Batu Putih hanya ada tiga orang. Sementara, jumlah kampung di sana cukup banyak dengan wilayah yang luas. 

“Kalau ada kegiatan penyuluhan, tentunya juga turut mengundang petani yang ada di Bidukbiduk,” katanya. 

Termasuk juga di wilayah perkotaan Tanjung Redeb yang dinilai kurang potensial di sektor pertanian. Para PPL juga ada yang mendampingi beberapa kelurahan sekaligus.

“Setiap tahun kami selalu mengajukan usulan penambahan PPL. Apalagi banyak sarjana pertanian di Berau, sayangnya mereka tidak bisa ikut mendaftar PPPK tahun lalu karena bukan honorer,” paparnya. 

Di samping itu, pihaknya juga terus melakukan peningkatan kualitas PPL. Rencananya tahun ini akan ada tiga kali pelatihan yang mendatangkan narasumber dari luar daerah. Pelatihan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim sebesar Rp 300 juta. 

“Diharapkan dengan peningkatan SDM tersebut, mereka mampu mengatasi tantangan di lapangan,” tutupnya. (*/aja/arp)

Editor : izak-Indra Zakaria
#pertanian