Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tingkatkan Kualitas Beras Lokal, Distanak Bakal Hibahkan Vertical Dryer untuk Buyung-Buyung

izak-Indra Zakaria • Selasa, 16 Januari 2024 - 20:05 WIB
LEBIH MENGUNTUNGKAN: Dengan bantuan mesin vertical dryer, padi hasil panen petani langsung bisa dikeringkan tanpa harus bergantung sinar matahari.
LEBIH MENGUNTUNGKAN: Dengan bantuan mesin vertical dryer, padi hasil panen petani langsung bisa dikeringkan tanpa harus bergantung sinar matahari.

TANJUNG REDEB - Peningkatan kualitas beras lokal menjadi fokus Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau tahun ini untuk terus dilakukan. Salah satunya dengan mengadakan mesin vertical dryer atau mesin pengering padi. 

Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau Junaidi, untuk meningkatkan kualitas beras, pihaknya tahun ini akan mengadakan mesin vertical dryer berkapasitas 6 ton untuk kampung sentra beras di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. 

Diakuinya, kualitas beras lokal masih banyak yang perlu ditingkatkan lagi. Mesin vertical dryer ini digunakan untuk mengatasi keluhan beras lokal yang kerap kotor dan terdapat batu kecil. Lantaran penjemuran masih dilakukan petani di pinggir jalan. 

Mesin tersebut diharapkan menjadi jawaban atas keluhan yang selama ini ditemui. Sehingga, semakin meningkatkan kualitas beras lokal. Terlebih saat musim hujan seperti saat ini, petani cukup kesulitan mengeringkan hasil tani miliknya. Selain membutuhkan waktu lebih lama, padi juga lembap karena basah terkena hujan. 

“Dengan adanya vertical dryer, begitu selesai panen, bisa langsung dimasukkan ke dalam mesin dan setelah itu langsung digiling,” jelasnya. 

Anggaran mesin pengering tersebut juga telah masuk dokumen perencanaan anggaran (DPA) Distanak Berau. Diusahakan pada triwulan pertama bisa direalisasikan. Agar saat panen raya yang biasanya dilakukan April nanti, alat bisa langsung dimanfaatkan gabungan kelompok tani (Gapoktan). 

“Untuk sementara baru satu alat dulu yang diadakan. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mengusulkan lagi untuk sentra produksi beras di kampung lain,” terangnya. 

Dibeberkannya, gapoktan di Kampung Buyung-Buyung juga telah menghibahkan lahan mereka untuk lokasi vertical dryer. Pihaknya tidak membatasi, hanya gapoktan Buyung-Buyung yang dapat memanfaatkan mesin tersebut. 

“Nanti dilihat kondisinya. Misal dari Kampung Semurut juga mau pakai bisa ke Buyung-Buyung,” paparnya. Kampung Buyung-Buyung dipilih lantaran menjadi produsen terbesar untuk beras ASN di lingkungan Pemkab Berau. Adapun potensi pertanian di sana mencapai 500 hektare.  (aja/ind/k16) 

 

Editor : izak-Indra Zakaria