Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD dr Abdul Rivai Berau Siapkan Ruang Perawatan untuk Calon Legislatif yang Depresi

Indra Zakaria • Rabu, 21 Februari 2024 - 19:25 WIB
SUDAH DISIAPKAN: RSUD dr Abdul Rivai telah menyiapkan Ruangan Tulip bagi peserta pemilu yang mengalami depresi.
SUDAH DISIAPKAN: RSUD dr Abdul Rivai telah menyiapkan Ruangan Tulip bagi peserta pemilu yang mengalami depresi.

TANJUNG REDEB – Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) yang telah selesai dilaksanakan pada Rabu (14/2) lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau terus melakukan monitoring terkait dengan adanya calon anggota legislatif (caleg) yang depresi atau yang terkena gangguan jiwa.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menyebut, sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya peristiwa tersebut. Tapi, sampai saat ini dirinya bersama tim masih memantau jalanya Pemilu. “Semoga saja tidak ada, tetapi kalau memang ada caleg yang depresi kami sudah siap untuk menanganinya,” ujarnya kepada Berau Post (Kaltim Post Group), Selasa (20/2).

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menurutnya karena berkaca dari daerah-daerah lain. Di mana, banyak kejadian caleg yang terkena gangguan jiwa akibat gagal tersebut. “Seperti berita yang berseliweran di media sosial banyak caleg yang depresi, jika memang di Berau ada kita sudah antisipasi,” sebutnya.

Menurutnya juga bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Puskesmas di setiap kecamatan di Kabupaten Berau, karena dengan melakukan koordinasi dengan puskesmas adalah salah satu cara agar dapat memonitor terjadinya hal tersebut. “Karena jika kecamatan yang jauh dari kota itu kita sudah memonitor, jadi dengan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas itu salah satu langkah sehingga mereka juga dapat memonitor nantinya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Asuhan Mutu dan Pelayanan Medis RSUD dr Abdul Rivai, dr Erva Anggriana mengatakan, setiap pemilu dilaksanakan, sudah menjadi prosedur RSUD untuk menyiapkan ruang perawatan pasien gangguan jiwa. “Sudah menjadi protokol kami untuk menyiapkan itu,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini Ruang Tulip tersedia 13 kamar rawat inap, satu instalasi gawat darurat. Dengan formasi 13 perawat, 1 dokter umum dan 1 dokter spesialis. “Saat ini ada 7 pasien yang dirawat di Ruang Tulip,” katanya.

Menurutnya, jika nanti pasca pemilu didapati lonjakan pasien, pihaknya telah menyiapkan satu ruang khusus yang bisa dijadikan alternatif ruang perawatan bagi pasien. “Kami masih ada satu ruangan, nantinya bisa digunakan untuk pasien yang memiliki tingkat depresi ringan,” tegasnya.

Dengan adanya hal ini, dirinya berharap agar pasca pemilu tidak didapati adanya lonjakan pasien gangguan jiwa. Seperti halnya, dengan kontestasi politik periode sebelumnya. “Pemilu yang lampau, tidak ada caleg yang mengalami gangguan jiwa. Harapan kami, tahun ini tidak ada lagi,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengharapkan agar para caleg dapat menjaga kesehatan dan mentalnya saat menghadapi pemilihan kali ini. Sri meminta agar para caleg yang gagal dapat menerima kegagalan tersebut dengan lapangan dada.

“Ruangan tersedia hanya kita antisipasi semoga tidak dipakai, semuanya siap menang dan siap kalah,” tandasnya. (aky/kpg/rdh)

Editor : Indra Zakaria
#Pemilu 2024