Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Kolam Limbah Pabrik Smelter Nikel di Sangasanga Terbakar, Dua Pekerja Jadi Korban

Redaksi Sapos • 2024-05-19 10:08:27
BERKOBAR. Semburan api yang bersumber dari terbakarnya kolam limbah Pabrik Smelter Nikel. Peristiwa itu menyebabkan dua pekerja menjadi korban.IST
BERKOBAR. Semburan api yang bersumber dari terbakarnya kolam limbah Pabrik Smelter Nikel. Peristiwa itu menyebabkan dua pekerja menjadi korban.IST

Prokal.co - Peristiwa kecelakaan kerja (Lakakerja) kembali terjadi di area Pabrik Smelter Nikel PT Kalimantan Ferro Industry (KFI), Desa Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis petang (16/5) lalu.

Kebakaran pada kolam limbah nikel yang terjadi pada pukul 18.45 Wita itu menyebabkan dua pekerja menjadi korban masing-masing berinisial DS (30), dan JM (30).

Keduanya korban mengalami luka bakar, karena tersambar api yang membumbung tinggi ketika kebakaran terjadi.

Pasca kejadian DS dan JM pun sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Informasi yang dihimpun media ini kebakaran itu terjadi diduga karena terhentinya air pendingin limbah nikel, yang menyebabkan terbakarnya limbah nikel dalam suhu panas.

Beruntung kebakaran itu bisa segera tertangani setelah tiga mobil milik perusahaan dikerahkan.

Kapolres Kukar, AKBP Heri R Usyaman, melalui Kapolsek Sangasanga, AKP Ahmad Baihaki mengatakan, pihaknya dibackup Satreskrim Polres Kukar masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran itu.

"Kami tadi baru saja melakukan olah TKP bersama Reskrim Polres Kukar. Masih dalam penyelidikan," kata Baihaki, yang dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Jumat (17/5). Ditanya mengenai kondisi kedua korban. Baihaki mengatakan keduanya hanya mengalami luka ringan. 

"Tidak ada korban jiwa. Setelah dibawa dan sempat dirawat di puskesmas, kedua korban langsung diizinkan pulang," ujarnya.

Sementara itu disinggung mengenai saksi yang telah dimintai keterangan. Baihaki hanya mengatakan saat ini sedang berjalan.

"Saksi-saksinya pekerja yang ada di sekitar. Semua masih diproses Reskrim Polres Kukar," pungkasnya.

PT KFI Sebut Akibat Aliran Pendingin Macet

Pancaran api berkobar diikuti suara keras di Desa Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kukar pada Kamis (16/5) malam.

Dimana api tersebut diduga berasa dari PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) yang merupakan pabrik pengolahan nikel terbesar di Kalimantan.

Namun situasi ini tak berjalan lama, hanya sekitar lima menit namun dikabarkan sejumlah orang terluka akibat kejadian tersebut.

Dikonfirmasi terkait perihal ini, pihak perusahaan menyebut, bahwa letupan keras di area pabrik smelter nikel di sangasanga, terjadi di sisi pembuangan slag nikel.

Hal ini mengakibat adanya percikan api yang melambung ke atas dari sumber panas kolam slag nikel tersebut.

Hal itu dijelaskan, Direktur PT Nityasa Prima sekaligus Owner Representative PT KFI, Muhammad Ardi Soemargo, dimana kejadian ini karena adanya kemacetan pada aliran pendingin buangan slag sehingga menyebabkan letupan tersebut.

Para pekerja yang ada dilokasi, melakukan tindakan pendinginan area letupan dengan menggunakan alat pemadaman.

“Akibat peristiwa tersebut 1 orang mengalami luka dan 1 lagi terkena debu akibat letupan tersebut. Saat ini keduanya sudah dilakukan penanganan di Puskesmas sanga-sanga,” ucapnya.

Ardi pun menjelaskan, bahwa kondisi saat ini di Pabrik sudah berjalan seperti biasa karena tidak kerusakan pada sistem produksi di dalam pabrik smelter.

“Team internal perusahaan masih melakukan investigasi untuk mengetahui lebih detail apa penyebab pastinya,” pungkasnya. (oke/mrf/beb)

Editor : Indra Zakaria