PROKAL.CO, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), selalu menjadi magnet wisatawan yang mencari destinasi indah dan eksotis.
Dari pulau-pulau menakjubkan seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, hingga Pulau Kakaban dan Bidukbiduk, Berau memang menawarkan keindahan alam yang mendunia.
Namun, bagi para wisatawan yang berencana untuk berlibur ke sini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama mengenai cuaca yang sedang memasuki puncak musim hujan.
Puncak Musim Hujan di Berau
Menurut Prakirawan BMKG Berau, Egi, seluruh wilayah Indonesia, termasuk Berau, saat ini memasuki puncak musim hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Pada bulan Desember, curah hujan di Berau tercatat mencapai 226 mm, dan diperkirakan akan meningkat lagi pada Januari 2025 hingga mencapai 248 mm.
Meskipun pada awal Desember hujan masih relatif singkat dan terjadi di sore hingga malam hari, intensitas hujan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.
“Hujan akan terus turun pada siang hingga sore, bahkan malam, dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujar Egi.
Cuaca yang tak menentu ini menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh wisatawan sebelum memulai perjalanan.
Waktu yang Tepat untuk Berlibur di Berau
Berau memang menawarkan banyak keindahan alam, tetapi musim hujan bisa mempengaruhi kenyamanan dan keamanan perjalanan Anda.
Sebaiknya, hindari berlibur ke Berau pada sore dan malam hari, di mana hujan biasanya turun lebih intens.
Jika Anda berencana untuk berwisata bahari atau berkeliling pulau, waktu terbaik untuk melakukannya adalah pada pagi hari, saat cuaca lebih cerah dan gelombang laut cenderung lebih tenang.
Waspadai Potensi Bencana Alam
Selain cuaca hujan, Berau juga rawan mengalami bencana alam seperti longsor dan banjir pada musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi pergeseran tanah atau tanah longsor yang dapat terjadi di beberapa titik rawan.
Beberapa daerah yang perlu diperhatikan antara lain Jalan Pulau Panjang dan Kecamatan Teluk Bayur, yang terletak di daerah dataran tinggi.
"Kami selalu memantau perkembangan cuaca dan kondisi alam, untuk memastikan keselamatan warga dan wisatawan," ungkap Nofian.
Perhatikan Informasi Cuaca dan Gelombang Laut
Untuk menjaga keamanan, BMKG Berau secara rutin memperbarui informasi cuaca dan gelombang laut, terutama untuk wilayah pesisir dan nelayan.
Sebelum beraktivitas di laut, pastikan untuk memeriksa update cuaca terbaru. Ini akan membantu Anda menghindari cuaca buruk yang bisa berbahaya, baik untuk aktivitas wisata laut maupun bagi nelayan yang berlayar.
Editor : Faroq Zamzami