BONTANG – Sampai kemarin (13/1), program penyaluran makan bergizi gratis bagi pelajar di Bontang belum terealisasi. Program dari Presiden Prabowo Subianto itu masih menjadi teka-teki terkait peluncuran perdana.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bambang Cipto Mulyono mengaku tidak mengetahui secara detail terkait teknis program ini. Pasalnya program langsung akan ditangani oleh pemerintah pusat. Melalui Badan Gizi Nasional.
“Di daerah ialah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Disdikbud hanya sebagai obyek. Menyiapkan muridnya berapa, seperti itu,” kata Bambang.
Menurutnya, seluruh data telah dikirim. Mengacu pada data pokok pendidikan (dapodik). Terkait dengan 27 sekolah negeri di Bontang yang masih memberlakukan skema pembelajaran dua sif, ia pun menjelaskan pihak berwenang pasti sudah mengerti langkah yang diambil.
“Pasti mereka punya skema. Ketika nanti SPPG ini datang kami juga akan ingatkan. Data yang kami sampaikan juga sudah diketahui jumlah peserta didik di Bontang. Porsinya pasti sudah dihitung,” ucapnya.
Mengacu dapodik sekolah negeri yang jumlah rombongan belajar dan ketersediaan ruang kelas memadai hanya SD 001 Bontang Barat, SMP 4, SMP 5, SD 001 Bontang Utara, SD 011 Bontang Utara, SMP 9, SD 007 Bontang Selatan, SD 010 Bontang Selatan, SD 014 Bontang Selatan, SMP 3, dan SMP 6.
Sementara Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto juga mengaku belum mengetahui kapan program ini dimulai. Pihaknya pun meminta publik menunggu skema yang bakal diterapkan oleh pemerintah pusat. “Juknisnya juga belum ada. Ditunggu saja. Tetapi seharusnya baik yang sif pagi maupun siang mendapatkan seluruhnya,” pungkasnya. (ak/kri)
Editor : Indra Zakaria