SAMARINDA – Program seragam sekolah gratis yang menjadi janji kampanye Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji hingga kini belum terealisasi, memicu keluhan dari ribuan orang tua siswa baru. Meskipun tahun ajaran baru sudah berjalan hampir satu semester, siswa tingkat SMA, SMK, SLB, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kaltim masih menanti kepastian bantuan tersebut.
Janji penyaluran seragam gratis ini sebelumnya bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi siswa baru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Namun, hingga awal November 2025, kejelasan distribusi tak kunjung ada.
“Kami sudah dengar sejak beberapa bulan lalu akan ada seragam gratis, tapi sampai sekarang belum ada kabar,” keluh salah seorang wali murid di Samarinda, Rabu (5/11/2025).
Disdikbud Klaim Tidak Dibatalkan, Anggaran Rp65 Miliar Siap
Menanggapi kekecewaan publik, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, memastikan bahwa program seragam gratis tersebut tidak dibatalkan. Ia mengklaim keterlambatan ini disebabkan oleh proses administrasi dan verifikasi data yang membutuhkan waktu agar bantuan tepat sasaran.
Armin menjanjikan bahwa komitmen Pemprov Kaltim untuk menyalurkan bantuan akan dipenuhi hingga akhir tahun.
“Insyaallah jadi. Sampai waktu kita di Desember, distribusi pakaian seragam sekolah gratis akan dilaksanakan. Mulai 24 November, penyaluran sudah berjalan hingga Desember nanti,” ujar Armin, memastikan jadwal dimulainya penyaluran.
Armin menjelaskan, total anggaran sebesar Rp65 miliar telah disiapkan melalui APBD 2025 untuk program ini. Bantuan ini ditujukan bagi seluruh siswa baru kelas X di jenjang SMA, SMK, SLB, dan MA, baik negeri maupun swasta.
Saat ini, Disdikbud telah berkoordinasi dengan sekolah di seluruh kabupaten dan kota untuk memverifikasi data penerima. Armin memastikan bahwa setiap siswa baru penerima bantuan akan memperoleh satu paket perlengkapan sekolah yang lengkap.
“Setiap penerima akan memperoleh satu paket perlengkapan sekolah berisi seragam nasional lengkap, topi, baju, celana atau rok, sepasang sepatu, dan satu tas sekolah. Data penerima sudah kami kumpulkan melalui sekolah dan telah diverifikasi agar penyaluran tepat sasaran,” jelasnya.
Armin menambahkan, pihaknya juga memastikan kualitas seragam yang didistribusikan layak pakai dan sesuai standar pendidikan, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pemerataan pendidikan dan mengurangi beban biaya sekolah. (*)
Editor : Indra Zakaria