BALIKPAPAN - Sempat dirundung duka setelah tembok rumahnya jebol akibat longsor, Suwarti (56) kini dapat bernapas lega. Warga di RT 38 Kelurahan Prapatan di mana dia tinggal, menunjukkan rasa kepedulian yang tinggi dengan menggelar gotong royong memperbaiki dinding rumah yang jebol.
Pihak kelurahan pun ikut meringankan beban dengan mengirimkan bantuan 10 sak semen. Pada Sabtu (12/1) siang, tampak puluhan warga tengah melakukan semenisasi tembok yang jebol. Warga melakukan perbaikan secara sukarela, karena pemilik rumah tergolong orang yang tidak mampu dan menyandang status janda.
“Saya meminta warga supaya membatu secara sukarela. Melakukan pembangunan tembok yang jebol mulai hari Sabtu dan Minggu,” seru Ketua RT 38 Kelurahan Prapatan, Rahman.
Pemerintah, katanya lagi, memang susah untuk mengucurkan bantuan dalam bentuk dana, lantaran tembok rumah yang jebol milik warga alias bersifat pribadi. Meskipun demikian, secara pribadi pihak kelurahan telah membantu pembangunan berupa 10 sak semen.
“Kebetulan di RT kami ini banyak tukang, jadi gampang. Yang bekerja ini secara sukarela semua. Untuk membeli bahan-bahan kami bicarakan kemarin agar dibantu warga yang lain, lalu pihak yang punya rumah di bagian atas yang jebol turut membantu,” tambahnya.
Sampai kini, pemilik rumah masih mengungsi di tempat saudaranya, karena kondisi rumah masih memprihatinkan. Warga dengan cepat memperbaiki tembok untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan karena lokasinya di daerah perbukitan. Longsor menerjang dan merusak dinding rumah Suwarti pada Jumat (11/1) siang. Selain tergolong keluarga tidak mampu, Suwarti yang telah uzur itu berstatus janda dengan empat orang anak. (m4/yud/k1)
Editor : wahyu-Wahyu KP