TANJUNG SELOR – Pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dipastikan dimulai tahun ini. Yakni, PLBN Long Midang (Krayan) dan Sei Pancang (Sebatik), Nunukan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menentukan titik dan koordinat jalan maupun jembatan pada PLBN yang akan dibangun di Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.
Kegiatan lewat pengeboran dilakukan di Sungai Pasiangan dan Sungai Sedalid yang berdekatan dengan patok negara GP1. Pengeboran titik dan koordinat jalan dan jembatan itu dilaksanakan selama lima hari (7–11 Januari 2019). “Jika tahapan ini selesai, tahun ini insyaallah bisa dimulai juga dengan membuat DED (detail engineering design),” kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Ahad (13/1).
PLBN Labang merupakan wilayah yang diusulkan Pemprov Kaltara, selain Long Midang, Sei Pancang, dan Long Nawang di Malinau. “Dengan dibangunnya PLBN, diharapkan ke depan wilayah itu menjadi etalase di kawasan perbatasan Indonesia dengan Sabah, Malaysia. Juga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan dan pembangunan pada masa mendatang,” ungkap Irianto.
Dikatakan, pembangunan PLBN bukan saja berfungsi untuk pelintasan manusia dan barang. Lebih dari itu, PLBN diharapkan menjadi pengembangan perekonomian di perbatasan. Seperti pasar atau peningkatan perdagangan lintas batas, terutama ekspor. “Sesuai permintaan Presiden RI Joko Widodo bahwa di PLBN itu nanti harus ada aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar dan lainnya. Sehingga, wilayah itu menjadi terpadu,” ujarnya.
Berkaitan rencana pembangunan PLBN ini, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mengenai lahan, gubernur didampingi Kepala Biro Perbatasan Nasional Samuel ST Padan mengatakan, wilayah pembangunan PLBN wilayah Labang sudah tidak masalah.
Masyarakat setempat telah bersedia menghibahkan lahan. Tak hanya untuk pembangunan PLBN, tapi juga lahan yang dilalui jalan poros menuju PLBN. “Lahan untuk PLBN sudah siap. Ada sekitar 10 hektare luasnya,” timpal Samuel. (humas/kri/k16)
Editor : wahyu-Wahyu KP