NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Walaupun masih satu jalur. Perbaikan jalan masih tetap dilakukan hingga saat ini, agar tidak terjadi kembali kerusakan.
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, bersama Kodim 0911/Nunukan beserta masyarakat ikut melakukan perbaikan jalan di Bukit Keramat, agar segera dapat dilalui kendaraan lancar.
Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Kapten Inf Fadliansyah mengatakan, jalan poros Sebatik yang terputus tersebut merupakan salah satu jalur transportasi yang penting bagi warga perbatasan, khususnya masyarakat Sebatik.
“Waktu tempuh yang relatif lebih singkat apabila akan menuju beberapa desa di wilayah Sebatik. Jika melalui jalan di Bukit Keramat,” kata Fadliansyah.
Lanjut dia, selaku aparat TNI yang bertugas di perbatasan, tentu merasa senang dan bangga, karena dapat membantu masyarakat perbatasan. Hal tersebut mendapatkan tanggapan yang positif baik dari masyarakat di wilayah Sebatik maupun dari berbagai pihak.
Dia menjelaskan, saat ini kondisi jalan walaupun belum pulih seperti sebelumnya, namun sudah dapat dilewati oleh kendaraan, sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya kembali. Gotong royong untuk memperbaiki jalan poros Sebatik yang terputus akibat tanah longsor beberapa waktu yang lalu.
Kerja sama dilakukan sebagai wujud kepedulian aparat TNI di wilayah perbatasan dalam rangka membantu kesulitan rakyat, akibat terjadinya bencana alam tanah longsor yang sempat memutuskan salah satu jalur transportasi yang ada di wilayah tersebut.
“Dengan menggunakan alat sederhana, dilakukan dengan cara menimbun material di jalan yang terputus akibat longsor tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie telah meninjau titik jalan yang longsor. Untuk saat ini telah mendapatkan penanganan sementara dari satuan kerja terkait.
“Perbaikan berupa penimbunan, sehingga dapat dilewati kendaraan. Meski hanya satu kendaraan saja yang dapat lewat secara bergantian,” kata Irianto. (nal/kpg/kri/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP