Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Distribusi 1.000 Ekstasi Digagalkan

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-17 08:42:24

JELANG ganti tahun yang lalu, Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim memperoleh informasi bakal ada distribusi narkoba ke wilayah Kaltim. Barang terlarang itu berasal dari Malaysia, masuk lewat Sebatik dan Nunukan di Kaltara. Informasi tersebut membuat aparat penegak hukum pasang mata dan telinga. Dan, Senin (14/1) lalu, pencegahan pun berbuah hasil.

Senin (14/1) siang, pria berpawakan besar menyambangi kantor ekpedisi pengiriman di Samarinda. Bermaksud mengambil paket kiriman. Polisi berpakaian sipil yang berjaga-jaga lantas mencegahnya, karena gelagat pengambil dan paket yang mencurigakan. “Saat dibuka, berisi ekstasi,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana bersama Direktur Reskoba Kombes pol Akhmad Shaury, Rabu (16/1).

Pria yang bermukim di Samarinda Ilir itu bernama Aan Dhalan atau biasa disapa Elang (33). Paket ekstasi itu dibungkus dalam sebuah dos mi instan dengan tujuan fiktif. Dalam dos tersebut, terdapat empat kotak susu bayi. Dua di antaranya berisi ekstasi berbagai jenis. Jumlah ekstasi mencapai 1.000 butir.

Aan bersikeras tak tahu jika paket yang diambilnya berisi ekstasi. “Tidak tahu, saya disuruh ambil saja,” akunya pada penyidik. Kini polisi sedang menelusuri semua pengakuannya. “Masih kami kembangkan di lapangan,” ucap Akhmad.

Diduga bandar di Samarinda bakal melanjutkan distribusi itu ke sejumlah wilayah di Kaltim. “Dugaan ke arah sana. Kami sedang buru pemilik dan yang mengoordinatori,” kata Ade.

Kaltim memang menjadi sasaran peredaran narkoba. Paling banyak jenis sabu, disusul ekstasi. Untuk lokasi pintu masuk barang haram tersebut sejauh ini masuk dari negara tetangga Malaysia.

Mereka menggunakan modus hampir sama. Dibawa oleh kurir bayaran, atau menggunakan ekspedisi dengan dipaketkan. Hanya, dalam menyembunyikan narkoba tersebut menggunakan berbagai macam media. Seperti disimpan di badan, ponsel, tas, maupun dicampur dalam makanan. (aim/ndy)

Editor : wahyu-Wahyu KP