DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai Mahakam. Lokasinya dekat Pelabuhan Samarinda. Memancing jadi pilihannya saat ingin membunuh waktu. Menghabiskan petang, menikmati momen menanti umpan disambar ikan.
Pria yang masih mahasiswa itu sudah hobi memancing sejak 2010. Bahkan, kini Daud tergabung dalam komunitas mancing di Samarinda. Selama itu pula, aktivitas meracun ikan terdengar familier di telinganya. “Dari awal saya menggeluti hobi itu, banyak yang sudah pakai racun,” tuturnya.
Seiring waktu, aktivitas meracun memang tak lagi terdengar. “Tapi setahu saya, di Sungai Mahakam daerah Loa Bakung itu masih ada. Informasinya malah anak-anak yang menebar racun,” tambahnya.
Melihat “pelaku” yang masih belia, dia menilai, bahan racun masih terlalu mudah dijangkau. Dia sempat mencari informasi tentang penggunaan racun. Dia pun membenarkan efeknya bukan sekadar ke ikan. “Masyarakat masih sering menggunakan air Sungai Mahakam untuk aktivitas harian, walau keruh. Bayangkan kalau (racun) sampai ke badan manusia. Dampak buruknya jelas,” tambahnya.
Dia bersama komunitasnya pun mengecam aktivitas tersebut. “Bukan itu saja. Bom dan setrum juga tidak sepatutnya digunakan,” tegasnya. “Di Samarinda, paling sering itu menyetrum, selanjutnya baru racun. Kalau penggunaan bom itu nyaris enggak pernah,” sebutnya. Di samping menekuni hobi memancing, ada misi lain Daud cs. Mengampanyekan keselamatan ekosistem dunia. “Wild Water Indonesia. Itu slogan yang terus kami sampaikan,” terangnya.
Melihat aktivitas setrum, kerap membuatnya geram. “Menunggu itu seperti usaha ketika memancing. Tapi tiba-tiba lihat orang nyetrum, ya kesal dong,” ucapnya dengan nada sedikit menekan. Kebanyakan, ikan-ikan yang terkena setrum juga berukuran kecil hingga sedang. Menangkap secara instan, bagi Daud sama halnya dengan illegal fishing. “Jelas enggak ada seni memancingnya orang-orang seperti itu,” tegasnya. Dia berharap, para pemancing lainnya juga bisa mengampanyekan stop menggunakan bom, racun, dan setrum untuk menangkap ikan. Baik di sungai maupun laut. (*/dra/ndy/k8)
Editor : octa-Octa