Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perampokan Sarang Walet Mulai Marak

uki-Berau Post • Kamis, 24 Januari 2019 | 13:29 WIB

BIDUKBIDUK Perampokan sarang burung rumahan di wilayah pesisir selatan cukup marak terjadi. Belum lama ini, diketahui terjadi di Kampung Tanjung Perepat, Kecamatan Bidukbiduk dan di Kampung Batu Putih.

Informasi beredar, pelaku sudah ada yang tertangkap dan sebagian dalam pengejaran Kepolisian.

Kepala Kampung Tanjung Perepat, Yandi Kurniawan, membenarkan peristiwa perampokan sarang burung di wilayahnya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/1) lalu. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui persisnya,  termasuk pelakunya. 

"Ia benar, itu kejadiannya beberapa hari lalu di Batu Sempit, tapi masuk wilayah Kampung Tanjung Perepat. Saya sendiri tidak tahu pasti, karena saat kejadian, saya tidak berada di kampung," ungkapnya saat dikonfirmasi Berau Post, kemarin (23/1).

Menurut informasi yang ia dengar, sarang walet tersebut dijaga oleh satu orang. Namun, saat malam hari datang sekelompok orang dengan menggunakan topeng serta senjata, baik parang maupun senjata rakitan.

"Penjaga itu kabarnya juga sempat diikat," tuturnya.

Lanjutnya, saat pembobolan, pelaku tidak sempat menghabiskan seluruh sarang walet di bangunan tersebut.

Diungkapkan Yandi, perampokan bukan baru pertama kali terjadi. Dari sepengetahuannya, kasus pembobolan sarang walet setidaknya sudah 5 kali terjadi di lokasi yang sama.

"Kejadian kemarin itu, kalau tidak salah yang ke lima kalinya terjadi. Kalau di tempat lainnya belum ada. Dari kasus kemarin, pelaku hanya sempat mengambil sarang di dua tingkat saja. Kalau kejadian sebelumnya sarangnya tidak ada bersisa," bebernya

Selerti diketahui, lokasi sarang walet tersebut memang cukup jauh dari permukiman. Sehingga mengundang potensi pencurian atau perampokan. Menurutnya, untuk menghindari kerawan pencurian maupun perampokan, bangunan sarang walet lebih baik dibangun di sekitar areal permukiman. Setidaknya lokasinya dapat selalu terpantau.

"Iya, memang harusnya begitu untuk mengutangi potensi kerawanan. Karena kalau jauh juga dari permukiman membahayakan juga. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa," jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat Kepolisian. Sementara itu, Berau Post yang mencoba mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Andika Dharma Sena, melalui telepon selulernya terkait kasus tersebut. Dirinya belum bisa memberikan keterangan karena masih berada di Kecamatan Bidukbiduk. Dan diduga melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan.

"Nanti ya informasinya. Saya masih di Bidukbiduk," tutupnya.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, saat dikonfirmasi juga mempersilakan Berau Post, langsung menghubungi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena. (*/sht/app) 

Editor : uki-Berau Post
#kriminal