Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PKL Jembatan Manggar Besar Kucing-kucingan

adminbp-Admin Balpos • 2019-02-07 11:48:12
TEGAKKAN ATURAN: Kasi Trantib dan LH Manggar Baru Rusliansyah (kanan) saat memberikan teguran kepada PKL di Jembatan Manggar Besar, Senin (4/2) lalu.
TEGAKKAN ATURAN: Kasi Trantib dan LH Manggar Baru Rusliansyah (kanan) saat memberikan teguran kepada PKL di Jembatan Manggar Besar, Senin (4/2) lalu.

BALIKPAPAN– Terdapatnya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan buah-buahan di jembatan Manggar Besar, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Selatan sangat mengganggu kenyamanan para pejalan kaki maupun para pengendara. Bahkan tak sedikit warga yang mengeluh dengan keberadaan PKL yang berjualan di fasilitas umum (fasum), seperti menyimpan buah durian atau elai di atas trotoar, serta mobil pikap yang digunakan memakan bahu jalan. Meski sudah pernah ditegur oleh pihak Kelurahan Manggar Baru, namun teguran itu seperti tak mempan.

Salah seorang warga Kelurahan Lamaru Nurmailiah mengatakan, keberadaan PKL di Jembatan Manggar Besar dapat menyebabkan kawasan terlihat kumuh. Sehingga meminta untuk dilakukan penertiban atau pemberitahuan kepada PKL.

“Bukannya malah bagus jembatannya. Tapi kesannya malah terlihat kumuh, karena berjualan di tempat yang tak seharusnya,” kata Nurmailiah, kemarin (6/2).

Nurmailiah menerangkan, dengan berjualan di fasum, pasti memakan bahu jalan. Sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Kalau sudah kecelakaan siapa yang mau disalahkan dan siapa yang bertanggungjawab. Bagusnya disuruh pindah, agar masyarakat dapat leluasa berjalan di atas trotoar. Begitupun dengan para pengendara lebih nyaman dan aman. Soalnya kalau sore hari pasti macet kawasan itu,” sambungnya.

Sementara itu, warga lainnya Rudi Isnaini mengakui kehadiran PKL dengan menjajakan jualan di fasum membuat tak nyaman untuk melintasi jembatan Manggar Besar. Dirinya pun meminta untuk mengembalikan fungsi jembatan sesungguhnya. Dia pun meminta untuk warga yang kerap memancing untuk diberikan teguran, karena mengganggu juga pejalan kaki dan pengendara roda dua.

“Jembatan Manggar sekarang beralih fungsi. Bukannya untuk pejalan kaki, malah seperti toko berjalan,” kelakarnya.

Secara terpisah, Kasi Trantib dan Lingkungan Hidup Kelurahan Manggar Baru Rusliansyah mengakui, pihaknya sudah memberi teguran para PKL. Terakhir Senin (4/2) lalu bersama Bhabinkamtibmas Manggar Baru Aiptu Kasmani.  “Kayak kucing-kucingan. Soalnya siangnya saya tegur, lalu kemudian mereka (PKL) bubar. Tapi sorenya ada lagi yang berjualan,” keluhnya.

Pihaknya hanya dapat memberikan teguran kepada para PKL, mengingat tak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan apakah akan ditertibkan atau sebagainya. Tapi tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan fungsi fasum.

“Bahkan saya dapat informasi dari staf siang ini (kemarin, Red.) bahwa ada lagi PKL yang kembali berjualan di jembatan Manggar Besar. Pasti akan saya tegur lagi nanti. Soalnya kalau dibiarkan, PKL yang lain ikutan berjualan di situ,” pungkas Rusli. (wal/cal)

Editor : adminbp-Admin Balpos