Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diduga Keracunan Makanan, Sebelas Orang Dirawat

adminbp-Admin Balpos • Kamis, 21 Februari 2019 - 19:03 WIB
DISELIDIKI: Warga yang diduga mengalami keracunan makanan, dibawa ke puskesmas dan klinik untuk mendapatkan penanganan. Mereka juga didata dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Makanan yang sempat dikonsumsi warga juga akan diteliti di laboratori
DISELIDIKI: Warga yang diduga mengalami keracunan makanan, dibawa ke puskesmas dan klinik untuk mendapatkan penanganan. Mereka juga didata dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Makanan yang sempat dikonsumsi warga juga akan diteliti di laboratori

TANA PASER– Warga Desa Pait Kecamatan Long Ikis dibikin heboh. Pasalnya beberapa warga harus dilarikan ke puskesmas dan klinik terdekat di desa tersebut setelah mengalami muntah-muntah. Mereka diduga mengalami keracunan makanan saat menyantap makanan dari hajatan di rumah salah satu warga di RT 10 Dusun Tilong Desa Pait.

Kapolsek Long Ikis, AKP Tatok Hariyanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang didapat dari sejumlah saksi dan korban, kejadian berawal pada Selasa (19/2) sekira pukul 14.00 Wita dilaksanakan pengajian dengan mengundang masyarakat sekitar. Kemudian sekira jam 17.00 Wita acara selesai dimana para undangan diberi bungkusan (berkat) berupa makanan (nasi, sambal goreng, mihun goreng, tahu dan telur kuah santan)  yang dibungkus dalam kemasan plastik mika. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, warga mengalami muntah-muntah.

“Karena terus muntah-muntah akhirnya sekira jam 22.00 Wita warga dibawa ke puskesmas dan klinik terdekat guna mendapat pertolongan medis. Makanan yang dikonsumsi warga sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Dan dari hasil pemeriksaan tenaga medis, diduga para korban mengalami keracunan,” ujar Tatok, Rabu (20/2).

Disebutkan Tatok, warga yang mengadakan acara pengajian itu sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Dan menurut keterangan pemilik acara, makanan yang disiapkan untuk warga telah dimasak seperti biasa dan higienis. Untuk mengetahui penyebab mengapa makanan yang disajikan tiba-tiba membuat warga muntah-muntah, harus dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu.

“Seluruh warga yang dirawat di puskesmas dan klinik sudah pulang karena keadaanya sudah membaik,” tutup Tatok.

Adapun sepuluh warga yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut yaitu Huriski Adi Farhat Sahban (6), Tasya (6), Yuni Endang (19) Ade Maulana (3), Aini (72), Moura Nazila Putri (3), Usman (40), Yuda Rajandra (3), Sri Haryani (24),Nayif (1,5). (ian/cal)

Editor : adminbp-Admin Balpos